Menang Mutlak di Pilkada 2020, PDIP Apresiasi Kader Jateng dan DIY
Jum'at, 11 Desember 2020 - 22:26 WIB
loading...
DPP PDI Perjuangan (PDIP) mengapresiasi kinerja struktur partai serta masyarakat Jawa Tengah dan DI Yogyakarta di Pilkada Serentak 2020. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - DPP PDI Perjuangan (PDIP) mengapresiasi kinerja struktur partai serta masyarakat Jawa Tengah dan DI Yogyakarta di Pilkada Serentak 2020. Wilayah itu membuktikan tetap menjadi kandang banteng dan Soekarnois, tidak tercerabut dari akar aslinya.
Ketua DPD, dan sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang 'Patjul' Wuryanto menjelaskan dari 21 daerah yang melaksanakan pilkada, kader PDI Perjuangan berhasil menang di 17 wilayah. Itu berdasarkan quick dan real count sementara serta laporan dari Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN). Target dari kongres partai adalah kemenangan di 60% pilkada atau sekitar 15 pilkada di Jawa Tengah. Faktanya, 17 daerah artinya melebihi target tersebut. Mengukuhkan Jawa Tengah sebagai kandang banteng yang tak tercerabut dari akarnya. (Baca juga: Klaim Menangi 5 Pilkada di Sultra, PDIP Geser Dominasi PAN)
"Kami di Jateng punya adagium 'Banteng selalu dalam barisan. Kalau tidak dalam barisan, namanya celeng (babi hutan, red). Banteng tanduknya di kepala buat bertempur kalau ada bahaya. Celeng tanduknya di mulut atau siyung, untuk mencari makan. Jadi kalau ada banteng tidak tegak lurus instruksi Ibu ketua umum, maka mereka itu celeng, jelas bukan banteng," kata Bambang Patjul, Sabtu (11/12/2020). (Baca juga: Menang 4 Pilkada di Sumatera Barat, PDIP: Terima Kasih Masyarakat Sumbar)
Bambang Patjul juga melaporkan bahwa salah satu kemenangan di Jateng yang cukup heroik adalah di pilkada Kabupaten Pekalongan. Di sana, PDI Perjuangan mengusung pasangan Fadia bersama Riswadi, kader murni partai yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan. Selama ini, Pekalongan selalu sulit untuk dimenangkan. Dari 35 kursi DPRD setempat, PDI Perjuangan hanya bisa memenangkan 5 kursi saja. "Kita bertempur habis-habisan di situ. Akhirnya kota santri dimenangkan oleh kader PDI Perjuangan," imbuh dia. (Baca juga: PDIP Sebut Pilkada 2020 Jadi Pembuktian Adanya Kaderisasi Partai)
Sedangkan di DI Yogyakarta, ada tiga pilkada dilaksanakan. Dari jumlah itu, ada dua dimenangkan yaitu di Sleman dan Bantul. Hanya sengit di Gunung Kidul. Di Sleman, kader murni PDI Perjuangan dimana Wakil Ketua DPC Danang Miharsa maju, menjadi pemenang. Di Bantul, Wakil Ketua DPC Joko Purnomo juga menjadi calon dan muncul sebagai pemenang. "Ini kita rebut kembali keduanya karena dulu sempat lepas. Kami mengucapkan terima kasih kepada warga Yogyakarta. Tak sia-sia,” ucapnya.
Ketua DPD, dan sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang 'Patjul' Wuryanto menjelaskan dari 21 daerah yang melaksanakan pilkada, kader PDI Perjuangan berhasil menang di 17 wilayah. Itu berdasarkan quick dan real count sementara serta laporan dari Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN). Target dari kongres partai adalah kemenangan di 60% pilkada atau sekitar 15 pilkada di Jawa Tengah. Faktanya, 17 daerah artinya melebihi target tersebut. Mengukuhkan Jawa Tengah sebagai kandang banteng yang tak tercerabut dari akarnya. (Baca juga: Klaim Menangi 5 Pilkada di Sultra, PDIP Geser Dominasi PAN)
"Kami di Jateng punya adagium 'Banteng selalu dalam barisan. Kalau tidak dalam barisan, namanya celeng (babi hutan, red). Banteng tanduknya di kepala buat bertempur kalau ada bahaya. Celeng tanduknya di mulut atau siyung, untuk mencari makan. Jadi kalau ada banteng tidak tegak lurus instruksi Ibu ketua umum, maka mereka itu celeng, jelas bukan banteng," kata Bambang Patjul, Sabtu (11/12/2020). (Baca juga: Menang 4 Pilkada di Sumatera Barat, PDIP: Terima Kasih Masyarakat Sumbar)
Bambang Patjul juga melaporkan bahwa salah satu kemenangan di Jateng yang cukup heroik adalah di pilkada Kabupaten Pekalongan. Di sana, PDI Perjuangan mengusung pasangan Fadia bersama Riswadi, kader murni partai yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan. Selama ini, Pekalongan selalu sulit untuk dimenangkan. Dari 35 kursi DPRD setempat, PDI Perjuangan hanya bisa memenangkan 5 kursi saja. "Kita bertempur habis-habisan di situ. Akhirnya kota santri dimenangkan oleh kader PDI Perjuangan," imbuh dia. (Baca juga: PDIP Sebut Pilkada 2020 Jadi Pembuktian Adanya Kaderisasi Partai)
Sedangkan di DI Yogyakarta, ada tiga pilkada dilaksanakan. Dari jumlah itu, ada dua dimenangkan yaitu di Sleman dan Bantul. Hanya sengit di Gunung Kidul. Di Sleman, kader murni PDI Perjuangan dimana Wakil Ketua DPC Danang Miharsa maju, menjadi pemenang. Di Bantul, Wakil Ketua DPC Joko Purnomo juga menjadi calon dan muncul sebagai pemenang. "Ini kita rebut kembali keduanya karena dulu sempat lepas. Kami mengucapkan terima kasih kepada warga Yogyakarta. Tak sia-sia,” ucapnya.
Lihat Juga :