Baret Lavani, AHY dan Semangat Pantang Menyerah
Senin, 07 Desember 2020 - 13:27 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan keluarga mengikuti upacara pembaretan Tim Lavani di Sentono Gentong kawasan perbukitan 13 km dari pusat Kota Pacitan, Sabtu 5 Desember 2020
A
A
A
PACITAN - Dalam peta bola voli nasional, nama klub Lavani mulai makin diperhitungkan karena menjadi rumah bagi beberapa pemain muda nasional. Klub Lavani juga beberapa kali menjuarai pertandingan invitasi tingkat nasional serta berkali-kali memenangkan latih tanding melawan klub-klub Pro Liga.
Ini pencapaian tersendiri mengingat Lavani baru didirikan tahun 2019 di Cikeas, Jawa Barat oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lavani diambil dari frasa ‘Love Ani’ sebagai ungkapan cinta abadi pada almarhumah Ibu Ani Yudhoyono yang wafat pada tahun yang sama. (Baca juga: Berbatik Nitik, AHY Diterima Sultan Hamengkubowono X di Kraton)
Selain pemain nasional seperti Dio Zulfikri dan Donny Haryono, mayoritas pemain Lavani datang dari berbagai daerah seperti Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau.
Tahun depan, klub Lavani menargetkan bisa masuk Pro Liga. Dalam upaya mencapai target ini, seluruh pemain, pelatih dan offisial lainnya melaksanakan pembaretan di Sentono Gentong (5/12), kawasan perbukitan 13 km dari pusat kota Pacitan. Pembaretan ini bukan sekadar gagah-gagahan.
Baret diberikan dengan bintang yang berbeda-beda sebagai penanda kompetensi bermain bola voli. Pemain baru menerima baret tanpa bintang, sedangkan pemain andalan memakai baret berbintang tiga. Dalam pembaretan pertama ini, seluruh pemain, pelatih dan offisial lainnya berjalan kaki menanjak sepanjang 4 km dari Pantai Teleng Ria untuk sampai ke Puncak Sentono Gentong. Butuh waktu 1,5 jam bagi mereka untuk melintasi medan yang menantang ini.
Ini pencapaian tersendiri mengingat Lavani baru didirikan tahun 2019 di Cikeas, Jawa Barat oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lavani diambil dari frasa ‘Love Ani’ sebagai ungkapan cinta abadi pada almarhumah Ibu Ani Yudhoyono yang wafat pada tahun yang sama. (Baca juga: Berbatik Nitik, AHY Diterima Sultan Hamengkubowono X di Kraton)
Selain pemain nasional seperti Dio Zulfikri dan Donny Haryono, mayoritas pemain Lavani datang dari berbagai daerah seperti Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau.
Tahun depan, klub Lavani menargetkan bisa masuk Pro Liga. Dalam upaya mencapai target ini, seluruh pemain, pelatih dan offisial lainnya melaksanakan pembaretan di Sentono Gentong (5/12), kawasan perbukitan 13 km dari pusat kota Pacitan. Pembaretan ini bukan sekadar gagah-gagahan.
Baret diberikan dengan bintang yang berbeda-beda sebagai penanda kompetensi bermain bola voli. Pemain baru menerima baret tanpa bintang, sedangkan pemain andalan memakai baret berbintang tiga. Dalam pembaretan pertama ini, seluruh pemain, pelatih dan offisial lainnya berjalan kaki menanjak sepanjang 4 km dari Pantai Teleng Ria untuk sampai ke Puncak Sentono Gentong. Butuh waktu 1,5 jam bagi mereka untuk melintasi medan yang menantang ini.
Lihat Juga :