Ngobrol Bareng Gus Miftah iNews Jumat Pukul 20.00: Ade Londok, Cerita Manusia Viral!

Kamis, 03 Desember 2020 - 20:02 WIB
loading...
Ngobrol Bareng Gus Miftah...
Cerita Manusia Viral dalam acara Ngobrol Bareng Gus Miftah yang akan disiarkan stasiun televisi iNews, Jumat, 4 Desember 2020 pukul 20.00 WIB dan juga bisa disaksikan di aplikasi RCTI+ atau www.rctiplus.com. Foto/MNC Media
A A A
JAKARTA - Media sosial sudah menjadi salah satu jalan pintas menuju ketenaran. Banyak sekali wajah baru di dunia hiburan atau paling tidak wajah-wajah yang mengisi ruang perbincangan di layar kaca adalah produk viral dari media sosial.

Semua orang kini memiliki peluang yang sama. Tentu saja asalkan mau dan mampu memanfaatkan kesempatan untuk mengekspresikan diri ataupun menampilkan karya di media sosial.

Salah seorang yang belakangan ini berhasil memanfaatkan media sosial adalah Ade Londok . Ia mendadak viral di media sosial setelah mempromosikan jajanan khas Bandung Odading Mang Oleh atau lengkapnya bernama "Odading Nusa Sari Pak Sholeh" dengan gaya nyentrik yang berhasil menghibur warganet. (Baca juga: Buntut Kasus dengan Malih Tong Tong, Ade Londok Kapok Jadi Artis)

Ade Londok bukan saja mendadak tenar tetapi juga menangguk rejeki. Ia diangkat sebagai duta kuliner Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Ia juga ditawari untuk mengisi sejumlah program televisi.

Menjadi viral dan populer membuat pria yang memiliki nama asli Nandar Ukandar baru-baru ini mendapat kecaman akibat ulah komedinya. Dalam salah satu adegan, Ade Londok menarik kursi yang akan diduduki Malih Tong Tong. Akibatnya Malih pun jatuh terduduk. Publik menilai aksi Ade ini tidak sopan dan membahayakan seniornya. (Baca juga: WhatsApp Rilis Fitur Wallpaper Baru, Apa Saja?)

Menurut Ade, ia hanyalah orang biasa yang bahkan siap jika dikucilkan, “Mang Ade di-bully nggak apa, toh sebelumnya juga Mang Ade bukan siapa-siapa,“ jawab Ade kepada Gus Miftah.

Gus Miftah mengingatkan Ade Londok dan siapa pun, "Angin tidak berhembus untuk mengoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya. Siapa yang mengejar kemahsyuran, berarti dia tidak sungguh-sungguh menuju Tuhan. Ingat jangan tertipu oleh pujian, karena banyak nyamuk mati karena tepuk tangan," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkomdigi: PP TUNAS...
Menkomdigi: PP TUNAS untuk Bantu Orang Tua, Bukan Menggantikan Peran
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
Komentar Judi Online...
Komentar Judi Online Dinilai Bukan Sekadar Promosi, Pakar: Tapi Upaya Provokasi Sistematis
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Mengapa Banyak Orang...
Mengapa Banyak Orang Pilih Menghilang dari Media Sosial? Ini Alasannya
MNC University Edukasi...
MNC University Edukasi Siswa Baru SMPN 72 Jakarta tentang Bijak Bermedia Sosial
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Rekomendasi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved