Habib Rizieq Ajak Pemerintah Dialog, Pengamat: Untungkan Kedua Belah Pihak

Kamis, 03 Desember 2020 - 17:37 WIB
loading...
Habib Rizieq Ajak Pemerintah...
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio berpandangan, dialog antara Habib Rizieq Shihab dengan pemerintah menguntungkan kedua belah pihak. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) mengajak pemerintah untuk melakukan dialog, terkait dengan sejumlah ketegangan yang selama ini terjadi antara pemerintah dan pihak HRS.

Menanggapi hal itu, pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio berpandangan, seorang pimpinan organisasi dan juga ulama, tentu HRS harus membuka ruang dialog dengan pemerintah. Karena apapun itu, HRS juga merupakan rakyat Indonesia. “HRS harus bisa membuka ruang dialog kepada pemerintah, apapun itu kan dia rakyat, masa nggak mau dialog dengan pemerintah,” kata pria yang akrab disapa Hensat ini kepada SINDO Media, Kamis (3/12/2020). (Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)

Menurut Hensat, permintaan dialog Habib Rizieq ini bukan lantaran dia sudah melemah atau tidak, tapi hal ini justru bagaimana gaya kepemimpinan HRS yang ditentukan di sini. Aapakah benar seorang HRS ini mau berdialog dengan pemerintah. “Ini bukan masalah melemah atau tidak, tapi justru kepemimpinan seorang HRS ini ditentukan di sini, dia mau nggak berdialog dengan pemerintah,” ujarnya. (Baca juga: Habib Rizieq Tegaskan Revolusi Akhlak Bukan untuk Cari Kekuasaan)

Hensat memprediksi, kalau antara HRS dan pemerintah benar-benar melakukan dialog, maka, kedua belah pihak akan diuntungkan. Di satu sisi, anggota FPI pun akan tenang, dan pemerintah juga bisa fokus melakukan kerja-kerjanya terkait sejumlah persoalan yang mengemuka saat ini. “Kalau dia mau berdialog dengan pemerintah, anggotanya juga tenang, dua-duanya diuntungkan, HRS bisa tetap berdakwah, pemerintah juga bisa menjalankan UU dan berkonsetrasi pada hal-hal lain seperti Papua dan masalah di Makassar,” ungkap Direktur Eksekutif KedaiKOPI itu. *kiswondari
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Berita Terkini
KPK Dalami Pertemuan...
KPK Dalami Pertemuan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dengan Menhut Raja Juli
KPK Sita Catatan Keuangan...
KPK Sita Catatan Keuangan usai Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Lombok Barat
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved