Ikuti PBB, Indonesia Didesak Lebih Terbuka soal Pemanfaatan Ganja untuk Medis

Kamis, 03 Desember 2020 - 13:32 WIB
loading...
Ikuti PBB, Indonesia...
Indonesia diminta lebih terbuka soal ganja untuk keperluan medis, terlebih setelah PBB menghapusnya dari daftar narkotika golongan paling berbahaya. Foto/dok.SINDnews
A A A
JAKARTA - Komisi untuk Narkotika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghapus ganja dan getahnya dari golongan obat-obatan berbahaya. Sebelumnya, ganja dan turunannya masuk dalam golongan I dan IV Konvensi Tunggal Narkotika 1961.

Juru bicara Koalisi Advokasi Narkotika Untuk Kesehatan Iftitahsari menerangkan narkotika golongan IV memiliki manfaat medis, tetapi tingkat ketergantungan dan penyalahgunaannya tinggi. Karena itu, selama ini ganja masuk dalam subjek yang dikontrol paling ketat.

“Dengan dikeluarkannya ganja dan getahnya dari Golongan IV, maka tidak lagi sama dengan heroin atau opioid yang bisa menyebabkan kematian. Sebaliknya, manfaat kesehatan dari tanaman ganja semakin diakui,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (3/12/2020).

(Baca: Badan PBB Hapus Ganja dari Kategori Narkoba Paling Berbahaya di Dunia)

Iftitahsari mengatakan hal itu terlihat dari hasil penelitian dan praktik-praktik pengobatan ganja medis di berbagai negara. Bisa berupa terapi, pengobatan gejala epilepsi, dan lain-lain.

“Langkah yang diambil PBB ini cukup berpengaruh terhadap posisi ganja dalam kebijakan narkotika secara internasional. Sehingga tidak lagi menjadi penghalang untuk perkembangan ilmu pengetahuan maupun pemanfaatannya dalam dunia medis,” tuturnya.


Iftitahsari mendorong pemerintah Indonesia untuk terbuka akan potensi pemanfaatan ganja medis. Pemerintah, menurutnya, harus menerbitkan regulasi yang memungkinkan ganja digunakan untuk kepentingan medis.

(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)

“Kesempatan ini harus dapat dijadikan momentum bagi Pemerintah untuk merombak kebijakan narkotika yang berbasiskan bukti (evidence-based policy). Adanya hasil voting lembaga PBB ini sudah dapat dijadikan sebagai legitimasi medis dan konsensus politik yang harus diikuti negara-negara anggotanya, termasuk Indonesia,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dipecat Kasus Narkoba,...
Dipecat Kasus Narkoba, AKP Deky Tiba di Bareskrim dengan Tangan Terborgol
Diduga Perintahkan Ambil...
Diduga Perintahkan Ambil Paket Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar AKP Yohanes Terancam Dipecat
Mantan Kasat Narkoba...
Mantan Kasat Narkoba Polres Kutai Barat AKP Deky Resmi Dipecat, Langsung Dibawa ke Jakarta
Kemenhut-ITTO Perkuat...
Kemenhut-ITTO Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Hutan Lestari dan Industri Kayu Tropis
Marak Pabrik Rumahan...
Marak Pabrik Rumahan Pembuat Vape Narkoba, Sahroni: Polisi dan BNN Harus Jeli Ungkap Sindikatnya!
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Didukung BNN, Sarah...
Didukung BNN, Sarah Sechan Cegah Narkotika Masuk Dunia Anak lewat Film Maju
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Rekomendasi
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Israel Paksa Tim Medis...
Israel Paksa Tim Medis Indonesia Keluar dari RS Kamal Adwan Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved