Generasi Muda Bisa Manfaatkan Teknologi untuk Merawat Kemajemukan

Selasa, 01 Desember 2020 - 16:34 WIB
loading...
Generasi Muda Bisa Manfaatkan...
Generasi Muda Bisa Manfaatkan Teknologi untuk Merawat Kemajemukan. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menilai keberagaman atau kemajemukan menjadi salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia. Perbedaan agama, suku, budaya, bahasa daerah, dan lainnya seharusnya tidak menjadi penghalang dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan, semua orang harus bisa saling berbagi yang diwujudkan dalam tindakan nyata meski memiliki perbedaan latar belakang identitas. Hal itu ditegaskan dalam seminar nasional bertajuk Pengamalan Nilai-nilai Pancasila: Peran Generasi Muda dalam Menjaga serta Merawat Kerukunan Umat Beragama di Indonesia, Selasa (1/12/2020). Kegiatan itu bekerja sama dengan Badan Eksekutif Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM).

"Bangsa ini terdiri dari bebagai suku budaya dan agama maka oleh karenanya kita harus sharing atau berbagi. Walaupun berbeda, kita semua mempunyai kesamaan yang disebut Bhinneka Tunggal Ika," kata Yudian.

Selain itu, masyarakat juga harus mampu bermoderasi atau bertoleransi dalam tindakan sesuai yang terkandung dalam nilai Pancasila sehingga keutuhan dan kerukunan tetap terjaga. "Harus moderasi dengan tindakan dan perilaku yang benar karena dengan itu Pancasila bisa bertahan. Kunci dari moderasi adalah konsensus," lanjut dia.

Dalam kegiatan yang sama, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo memaparkan, dalam era digital, keragaman bisa berpotensi menjadi salah satu masalah utama. Padahal, bangsa Indonesia yang memiliki modal sosial, budaya, dan ekonomi seharusnya dapat berdampingan dengan perbedaan tersebut.

"Saat ini mudah menjamur melalui media sosial yang dimana banyak masyarakat yang kehilangan budaya kritis dan mengkonsumsi semua informasi salah yang masuk tanpa filtrasi," ujar Benny.

(Baca juga: Menag: Kerukunan di Indonesia Hasil Kerja Keras Semua Elemen ).

Apalagi isu atau gerakan radikalisme masih terus muncul di tengah kehidupan berbangsa saat ini. Paham tersebut dinilai berbahaya karena memaksakan kebenaran satu pihak dan yang lain. Bahkan, radikalisme itu berpadu dengan aksi teror yang mengancam dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

"Radikalisme adalah ancaman yang memaksakan kebenaran absolut dalam tafsir tunggal yang memaksakan kebenaran dirinya serta yang lain salah. Ini harus dilawan dengan kayakinan yaitu ideologi Pancasila ," tegas Benny.

(Baca juga: Napak Tilas Sejarah Bung Karno Merenungkan Pancasila di Pengasingan Ende ).

Namun menurutnya, ancaman itu masih bisa dicegah jika ada sinergi dari semua elemen untuk memeranginya. Termasuk, peran generasi muda yang dinilai harus ikut berjuang dalam melawan permasalahan tersebut. Benny menilai, pemuda bisa memanfaatkan kemajuan digital dengan merebut ruang publik yang menampilkan persatuan dan keberagaman.

"Kita harus bersama-sama melawan radikalisme. Bisa menggunakan kemajuan teknologi untuk merebut ruang publik dan memasukkan konten kebersamaan, persatuan, dan lainnya," jelasnya.

Ia berharap agar generasi muda dapat mempunyai semangat yang sama atau bahkan lebih besar dari generasi muda di masa perjuangan kemerdekaan atau saat lahirnya Sumpah Pemuda di 1928.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
Bahas RUU Polri, Pemerintah...
Bahas RUU Polri, Pemerintah Perkuat Pengawasan Internal dengan Pemanfaatan Teknologi
Pesta Babi dan Politik...
'Pesta Babi' dan Politik Identitas
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Rekomendasi
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved