Edarkan Uang Palsu Rp6 Miliar, Jenderal Rustam Divonis 6 Tahun oleh MA

Selasa, 01 Desember 2020 - 10:26 WIB
loading...
Edarkan Uang Palsu Rp6...
MA tetap memvonis Jenderal Rustam Lubis dengan pidana penjara selama 6 tahun karena terbukti secara bersama-sama telah mengedarkan uang palsu sebanyak 60 brood atau setara Rp6 miliar. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) tetap memvonis Jenderal Rustam Lubis dengan pidana penjara selama 6 tahun karena terbukti secara bersama-sama telah mengedarkan uang palsu sebanyak 60 brood atau setara Rp6 miliar dalam satu koper dan satu dus sepatu.

Putusan ini tercantum dalam salinan putusan peninjauan kembali (PK) Nomor: 71 PK/Pid.Sus/2020 atas nama terpidana Ragil Nugroho alias Ragil alias Jendral Rustam Lubis bin (alm) Juliah Ansor. Perkara atas nama Ragil alias Jenderal Rustam Lubis ditangani dan diadili oleh majelis hakim agung PK MA yang diketuai Sri Murwahyuni dengan anggota Eddy Army dan Gazalba Saleh.

Putusan diputuskan dalam rapat musyawarah majelis hakim pada Rabu, 22 April 2020 oleh tiga orang majelis hakim tersebut. Putusan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga oleh ketua majelis yang dihadiri dua hakim anggota serta R Heru Wibowo Sukaten sebagai panitera pengganti. Terpidana maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor tidak hadir saat pengucapan putusan. (Baca juga: C iduk 2 Pria Lanjut Usia, Polisi Sita Rp800 Juta Uang Palsu )

Majelis hakim menyatakan, telah membaca salinan putusan Pengadilan Negeri (PN) Bogor Nomor: 28/Pid.Sus/2019/PN.Bgr tertanggal 6 Mei 2019 yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), memori PK dan alasan-alasan yang diajukan terpidana Jenderal Rustam Lubis hingga surat-surat lainnya.

Atas alasan-alasan PK yang diajukan terpidana, maka Mahkamah Agung memiliki dua pendapat. Pertama, alasan PK dari pemohon PK/terpidana tentang adanya kekhilafan hakim atau kekeliruan yang nyata tidak dapat dibenarkan. Pasalnya alasan-alasan PK hanya mengulang fakta yang telah diajukan dan telah dipertimbangkan dengan tepat dan benar menurut hukum oleh judex facti.

Selain itu, putusan judex facti juga telah menerapkan peraturan hukum sebagaimana mestinya serta cara mengadili telah dilaksanakan menurut ketentuan Undang-Undang dan pengadilan tidak melampaui batas wewenangnya. Kedua, alasan PK tidak dapat dibenarkan karena berkenaan dengan dengan penilaian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan tentang sesuatu kenyataan tidak dapat diperiksa pada pemeriksaan PK. (Baca juga: Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu Asal Sidrap, 1 Masih Buron )

"Mengadili, satu, menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon peninjauan kembali/terpidana: Ragil Nugroho alias Ragil alias Jendral Rustam Lubis bin (alm) Juliah Ansor tersebut. Dua, menetapkan bahwa putusan yang dimohonkan peninjauan kembali tersebut tetap berlaku. Tiga, membebankan kepada terpidana untuk membayar biaya perkara pada pemeriksaan peninjauan kembali sebesar Rp2.500," kata Ketua Majelis Hakim Agung PK Sri Murwahyuni saat pengucapan putusan, sebagaimana dikutip SINDOnews di Jakarta, Selasa (1/12/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Razman Nasution Tunggu...
Razman Nasution Tunggu Dieksekusi setelah Kasasi Ditolak MA: Saya Tidak akan Sembunyi
Kasasi Ditolak MA, Razman...
Kasasi Ditolak MA, Razman Nasution Terancam 1,5 Tahun Penjara
Kejagung Geledah Perusahaan...
Kejagung Geledah Perusahaan Cangkang Milik Zarof Ricar
Hakim juga Dapat Jatah...
Hakim juga Dapat Jatah WFH, Masuk Kantor Senin-Kamis, Jumat di Rumah
Bawa Bukti Putusan MK,...
Bawa Bukti Putusan MK, Mantan Pengacara Lukas Enembe Ajukan Peninjauan Kembali
Kompilasi Rumusan Kamar...
Kompilasi Rumusan Kamar MA Hasilkan 24 Kaidah Hukum
466.535 Lembar Rupiah...
466.535 Lembar Rupiah Dimusnahkan, BI Ungkap Benteng Tangguh Memutus Peredaran Uang Palsu
Ammar Zoni Tak Ajukan...
Ammar Zoni Tak Ajukan Banding, Pilih PK untuk Bantah Tuduhan Bandar Narkoba
Kronologi 2 WN Liberia...
Kronologi 2 WN Liberia Ditangkap terkait Kasus Penipuan Modus Black Dollar
Rekomendasi
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Berita Terkini
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Infografis
6 Negara yang Dimasukkan...
6 Negara yang Dimasukkan Peta Israel Raya oleh Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved