Belum Dapat Kursi, PAN Berpeluang Tempatkan Kader sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan

Sabtu, 28 November 2020 - 11:33 WIB
loading...
Belum Dapat Kursi, PAN...
Kantor Pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kursi Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) yang ditinggalkan Edhy Prabowo diperkirakan diisi orang yang berasal dari tiga kelompok. Dari kelompok parpol, Partai Amanat Nasional (PAN) punya peluang tempatkan kadernya.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka penerima suap terkait perizinan ekspor benih lobster. Edhy mundur dari orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Saat ini, posisi Menteri Kelautan dan Perikanan dijabat sementara Luhut Binsar Pandjaitan.

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio mengatakan, ada tiga kelompok yang berpeluang mengisi posisi Menteri Kelautan dan Perikanan. "Ada tiga kelompok yang bisa berpeluang mengisi posisi menteri KKP. Pertama dari partai politik, kedua Pak Jokowi pilih profesional. Yang ketiga adalah mixed, atau artinya profesional yang terafiliasi partai politik," ujar Hendri kepada MNC Media, Sabtu (28/11/2020).

(Baca juga: Lima Kader Gerindra yang Layak Menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan ).

Jika nantinya kursi Menteri Kelautan dan Perikanan diisi oleh orang partai politik, Hendri memprediksi sosok yang akan dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan dari kader Gerindra. Menurut Hendri, yang akan mengisi posisi Menteri Kelautan dan Perikanan berasal dari PDI Perjuangan atau Partai Amanat Nasional (PAN) .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Kabar Duka, Pendiri...
Kabar Duka, Pendiri PAN Abdillah Toha Assegaf Meninggal Dunia
BM PAN Bersama Buruh...
BM PAN Bersama Buruh Dampingi Riyan Hidayat Ambil Formulir Caketum
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Bali Berhasil Bongkar TPPO KM Awindo A2
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
Dukung Perubahan Nama...
Dukung Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, PAN: Aspirasi Masyarakat Harus Dihormati
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Rekomendasi
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved