Din Syamsuddin Tidak Masuk Pengurus dan Wantim MUI, Ternyata Ini Penyebabnya
Sabtu, 28 November 2020 - 07:00 WIB
loading...
Din Syamsuddin Foto/dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tidak adanya nama Din Syamsuddin tidak masuk dalam kepengurusan maupun dewan pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2020-2025 menimbulkan tanda tanya. Din pun menyampaikan tanggapannya.
Menurut Din Syamsuddin , dia tidak masuk dalam kepengurusan baru MUI adalah karena tidak bersedia. Seandainya Tim Formatur memasukkan maka saya tidak bersedia. Sebelum Munas MUI, Din sampaikan di dalam Rapat Pleno terakhir Dewan Pertimbangan MUI pada 18 November 2020 bahwa dirinya ingin berhenti dari keaktifan MUI .
"Salah satu alasannya adalah saya merasa sudah terlalu lama terlibat di MUI (25 tahun) yaitu sejak 1995 sebagai Sekretaris, 2000 sebagai Sekretaris Umum, 2005-2010 sebagai Wakil Ketua Umum, 2010-2014 sebagai Wakil Ketua Umum, 2014-2015 sebagai Ketua Umum (waktu itu KH. Ma'ruf Amin sebagai Wakil Ketua Umum), kemudian 2015-2020 sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Dalam kaitan ini saya meminta maaf kepada segenap anggota Wantim MUI yang mendukung agar saya tetap memimpin Wantim MUI," jelas Din dalam siaran persnya, Sabtu (28/11/2020).
(Baca juga: KH Miftachul Akhyar Pimpin MUI Gantikan KH Ma'ruf Amin ).
Lanjut Din, dirinya pun akhirnya memutuskan untuk tidak menghadiri Munas MUI dan mewakilkan kepada Wakil Ketua Wantim MUI Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin untuk memberi sambutan dan menjadi formatur.
![Din Syamsuddin Tidak Masuk Pengurus dan Wantim MUI, Ternyata Ini Penyebabnya]()
"Sebenarnya ada alasan, yaitu saya mendengar dan mengetahui ada pihak yang ingin menjadi Ketua Wantim MUI dan Pengurus MUI. Saya berhusnuzhon mereka ingin berkhidmat di MUI , maka sebaiknya diberi kesempatan. Biarlah umat yang menilai dan Allah SWT yang mengganjari," katanya.
Menurut Din Syamsuddin , dia tidak masuk dalam kepengurusan baru MUI adalah karena tidak bersedia. Seandainya Tim Formatur memasukkan maka saya tidak bersedia. Sebelum Munas MUI, Din sampaikan di dalam Rapat Pleno terakhir Dewan Pertimbangan MUI pada 18 November 2020 bahwa dirinya ingin berhenti dari keaktifan MUI .
"Salah satu alasannya adalah saya merasa sudah terlalu lama terlibat di MUI (25 tahun) yaitu sejak 1995 sebagai Sekretaris, 2000 sebagai Sekretaris Umum, 2005-2010 sebagai Wakil Ketua Umum, 2010-2014 sebagai Wakil Ketua Umum, 2014-2015 sebagai Ketua Umum (waktu itu KH. Ma'ruf Amin sebagai Wakil Ketua Umum), kemudian 2015-2020 sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Dalam kaitan ini saya meminta maaf kepada segenap anggota Wantim MUI yang mendukung agar saya tetap memimpin Wantim MUI," jelas Din dalam siaran persnya, Sabtu (28/11/2020).
(Baca juga: KH Miftachul Akhyar Pimpin MUI Gantikan KH Ma'ruf Amin ).
Lanjut Din, dirinya pun akhirnya memutuskan untuk tidak menghadiri Munas MUI dan mewakilkan kepada Wakil Ketua Wantim MUI Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin untuk memberi sambutan dan menjadi formatur.

"Sebenarnya ada alasan, yaitu saya mendengar dan mengetahui ada pihak yang ingin menjadi Ketua Wantim MUI dan Pengurus MUI. Saya berhusnuzhon mereka ingin berkhidmat di MUI , maka sebaiknya diberi kesempatan. Biarlah umat yang menilai dan Allah SWT yang mengganjari," katanya.
Lihat Juga :