Ma'ruf Amin Sebut MUI Seperti Kereta, Jalan Tak Sesuai Masinis Silakan Naik Kendaraan Lain
Kamis, 26 November 2020 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, jika orang tidak mengikuti MUI yang memiliki prinsip Islam wasathiyah, dapat keluar dari MUI. "Begitu juga dalam ber-MUI harus tunduk dan patuh pada prinsip dan garis MUI . Bila tidak cocok hal itu bisa gunakan organisasi lain dan tidak menggunakan MUI," jelasnya.
Dia juga menegaskan kepada para pengurus MUI agar tetap menyesuaikan diri sesuai karakter dan jati diri kelembagaan MUI . Setiap pengurus harus menjadi contoh dalam dalam berkehidupan dan beribadah.
"Label keulamaan yang kental terhadap MUI menuntut setiap pengurus bukan hanya penggerak tapi juga teladan dalam aspek pengamalan agama," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, jelang Musyarawah Nasional (Munas) X Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 25-27 November 2020, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin menyampaikan sejumlah pesan. Salah satu di antaranya, dia tidak dapat menghadiri Munas MUI tersebut.
"Dengan menyesal dan memohon maaf, karena alasan tertentu, saya tidak dapat menghadiri Munas," ujar Din di bagian akhir pesan yang diterima SINDOnews, Selasa (24/11/2020).
Dia juga menegaskan kepada para pengurus MUI agar tetap menyesuaikan diri sesuai karakter dan jati diri kelembagaan MUI . Setiap pengurus harus menjadi contoh dalam dalam berkehidupan dan beribadah.
"Label keulamaan yang kental terhadap MUI menuntut setiap pengurus bukan hanya penggerak tapi juga teladan dalam aspek pengamalan agama," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, jelang Musyarawah Nasional (Munas) X Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 25-27 November 2020, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin menyampaikan sejumlah pesan. Salah satu di antaranya, dia tidak dapat menghadiri Munas MUI tersebut.
"Dengan menyesal dan memohon maaf, karena alasan tertentu, saya tidak dapat menghadiri Munas," ujar Din di bagian akhir pesan yang diterima SINDOnews, Selasa (24/11/2020).
Lihat Juga :