Tokoh Islam : Sayyid Juga Manusia Biasa, Dihormati Sewajarnya Saja

Senin, 23 November 2020 - 21:45 WIB
loading...
Tokoh Islam : Sayyid...
Habib Rizieq Shihab saat berada di tengah massa pendukungnya. DOK SINDONEWS
A A A
JAKARTA – Ramainya isu di seputar kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) memantik reaksi beberapa tokoh Islam. Mereka menilai riuhnya polemik seputar HRS akhir-akhir ini akibat kurang utuhnya pemahaman tentang sosok sayyid sehingga memicu penghormatan yang berlebihan.

“Kenapa urusan sayyid ini jadi sedemikian abstrak dan menegangkan? Di satu sisi sepertinya orang-orang itu jarang ketemu sayyid dalam hidup mereka. Jadinya mereka kurang memiliki pengalaman tentang sayyid sebagai manusia biasa,” ujar Katib A’am PBNU KH Yahya Cholil Staquf seperti yang dipublikasikan dalam akun twitter milik @stakof.

Untuk diketahui Sayyid adalah sebutan untuk turunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Husain bin Ali bin Abu Thalib. HRS merupakan keturunan Nabi SAW dari jalur Husain Bin Ali Bin Thalib. Sedangkan keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Hasan bin Ali Bin Thalib lazim disebut sebagai Syarif. Akhir-akhir ini berbagai rentetan peristiwa seputar kedatangan HRS dan dampaknya banyak menghiasi headline media massa maupun timeline di media sosial. (Siapa Perintahkan Pangdam Jaya Copot Baliho Habib Rizieq? Ini Penjelasan Mabes TNI)

Gus Yahya-panggilan akrab KH Yahya Cholil Staquf-menilai penghormatan yang berlebihan kepada sosok sayyid akan berbahaya bagi akal sehat umat Islam di Indonesia. Apalagi jika cara penghormatan yang berlebihan tersebut dimanfaatkan oleh sekelompok sayyid untuk mengalang konsolidasi demi menaikkan nilai tawar dalam peta sosial politik tanah air. “Buat mereka martabat sayyid yang abstrak itu laksana porselen imajinasi yang antik, mahal, tapi gampang pecah,” ujarnya.

Gus Yahya menilai ada perbedaan pola relasi sayyid dan non-sayyid di kota besar dengan di daerah-daerah. Menurutnya hubungan sayyid dan non-sayyid di daerah lebih cair dan manusiawi. Umat memperlakukan mereka layaknya manusia biasa, meskipun tetap dengan penghormatan tertentu. “Lain dengan santri-santri kampung di Rembang sini. Sejak kanak-kanak kami biasa klesetan di langgar bareng sayyid-sayyid. Rebutan berkat, rebutan layangan, kentut-kentutan. Jadinya bagi kami sayyid-sayyid itu ya temen bergaul biasa seperti lain-lainnya. Kami tahu mereka punya pangkat khusus. Kami hormati. Tapi ya gak gitu-gitu amat,” katanya. (Poster Habib Rizieq Dibakar Puluhan Pemuda di Depan Gedung DPRD Jabar)

Sementara itu mantan Ketum PP Muhammadiyah Syafi’I Maarif mengkritisi penghormatan berlebihan kepada sosok yang mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya tindak berlebihan dalam memberikan hormat kepada keturunan Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk perbudakan spiritual. “Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakkan spiritual,” ujar Syafii Maarif dalam akun twitter @SerambiBuya.
Buya Syafii-sapaan akrab Syafii Maarif-mengungkapkan fenomena penghormatan secara berlebihan kepada sosok keturunan Nabi bukan hal baru di Indoenesia. Bahkan Presiden RI Pertama Ir Soekarno pernah secara terbuka mengkritik fenomena tersebut. “Bung Karno puluhan tahun yang lalu sudah mengkritik keras fenomena yang tidak sehat ini,” pungkasnya.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maarif Institute Ajak...
Maarif Institute Ajak Publik Meneladani Buya Syafii melalui Pentas Budaya
Kunjungi Markas Habib...
Kunjungi Markas Habib Rizieq, Menkop Ferry Juliantono Dorong Dibentuknya Koperasi Pesantren
Eggi Sudjana Ungkap...
Eggi Sudjana Ungkap Habib Rizieq Bekukan Kepengurusan TPUA
PBNU: Iuran Keanggotaan...
PBNU: Iuran Keanggotaan Indonesia di BoP untuk Membangun Gaza
Ketum PBNU Gus Yahya...
Ketum PBNU Gus Yahya Beri Pesan Prabowo Agar Tak Terbawa Arus Rugikan Palestina
Gus Yahya Lepas Napak...
Gus Yahya Lepas Napak Tilas Pendirian NU, Tempuh Rute Bangkalan ke Tebuireng
Rois Syuriah PWNU Jateng...
Rois Syuriah PWNU Jateng dan Yogyakarta Serukan Islah PBNU
Habib Rizieq Hadiri...
Habib Rizieq Hadiri Reuni Akbar 212 di Monas
Gus Yahya: PBNU Akan...
Gus Yahya: PBNU Akan Senantiasa Hadir Berkhidmah untuk Masyarakat
Rekomendasi
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
Berita Terkini
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved