Tak Periksa Ganjar, Sikap Polisi Dinilai Kental Bernuansa Politik
Kamis, 19 November 2020 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai penegak hokum, polisi tidak boleh terkesan tebang pilih hanya karena Ganjar Pranowo berada di barisan pendukung presiden dan merupakan kader partai pemenang Pemilu. Sementara Anies Baswedan tidak ada di kutub yang berseberangan. Keduanya harus sama di depan hukum.
"Mungkin saja Ganjar bagian dari pendukung pemerintah, sedangkan Anies diangggap didukung para pengkritik pemerintah. Untuk menunjukkan bahwa hukum tidak tebang pilih, penegakkan hukum tak boleh diskriminatif. Harus berlaku kepada siapapun, tanpa pengecualian," jelasnya.
(Baca: FPI: Semoga Mahfud MD Tidak Dipanggil seperti Anies Baswedan)
Kapolri Jenderal Idham Azis, lanjut Ujang, telah menegaskan perintah agar polisi tidak berat sebelah, dengan melarang tak ada satu anggota polisi pun terlibat politik praktis dalam pemilu. "Harusnya seperti itu. Agar hukum tak terkesan berat sebelah dan memihak," pungkasnya.
Pengamat politik Usep S Ahyar menilai polisi memang terlambat mencegah terjadinya kerumunan sejak informasi rencana kedatangan Habib Rizieq Syihab ke Indonesia hingga kegiatan setelahnya. Pemeriksaan terhadap Anies Baswedan dan Ridwan Kamil atas ketelodoran tersebut semakin mengentalkan nuansa politik pada sikap polisi. "Bahwa ada kesan politik itu ya. Saya kira ya tidak terhindarkan," pungkasnya.
"Mungkin saja Ganjar bagian dari pendukung pemerintah, sedangkan Anies diangggap didukung para pengkritik pemerintah. Untuk menunjukkan bahwa hukum tidak tebang pilih, penegakkan hukum tak boleh diskriminatif. Harus berlaku kepada siapapun, tanpa pengecualian," jelasnya.
(Baca: FPI: Semoga Mahfud MD Tidak Dipanggil seperti Anies Baswedan)
Kapolri Jenderal Idham Azis, lanjut Ujang, telah menegaskan perintah agar polisi tidak berat sebelah, dengan melarang tak ada satu anggota polisi pun terlibat politik praktis dalam pemilu. "Harusnya seperti itu. Agar hukum tak terkesan berat sebelah dan memihak," pungkasnya.
Pengamat politik Usep S Ahyar menilai polisi memang terlambat mencegah terjadinya kerumunan sejak informasi rencana kedatangan Habib Rizieq Syihab ke Indonesia hingga kegiatan setelahnya. Pemeriksaan terhadap Anies Baswedan dan Ridwan Kamil atas ketelodoran tersebut semakin mengentalkan nuansa politik pada sikap polisi. "Bahwa ada kesan politik itu ya. Saya kira ya tidak terhindarkan," pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :