Terkait Massa Habib Rizieq, Menag Ungkap Soal Agama Ajarkan Ketertiban

loading...
Terkait Massa Habib Rizieq, Menag Ungkap Soal Agama Ajarkan Ketertiban
Beberapa anggota dan pimpinan Komisi VIII DPR menyinggung soal kerumunan yang disebabkan oleh Habib Rizieq Shihab (HRS) dan pendukungnya di beberapa acara. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Beberapa anggota dan pimpinan Komisi VIII DPR menyinggung soal kerumunan yang disebabkan oleh Habib RizieqShihab (HRS) dan pendukungnya di beberapa acara, dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VIII DPR dengan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi pada hari ini.

(Baca juga: Milad ke-108, Jokowi: Muhammadiyah Anugerah dari Allah untuk Bangsa Indonesia)

Menanggapi hal itu, Menag Fachrul Razi mengimbau agar perkumpulan massa itu benar-benar memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik. Karena, penyebaran pandemi Covid-19 tidak mengenal forum tertentu.

(Baca juga: Pengembangan Vaksin Merah Putih, Eijkman Pastikan Cepat dan Aman)



"Iya kalau kita mengimbau kan supaya perkumpulan masa itu betul-betul memperhatikan protokol kesehatan dengan baik. Karena kalau penyakit itu kan enggak kenal, itu forumnya forum apa. Kalau kerumun gitu sangat rawan," kata Fachrul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Kemudian, mantan Wakil Panglima TNI ini menegaskan, agama juga mengajarkan mengenai akhlak ketertiban. Dan ketertiban terkait protokol kesehatan Covid-19 ini perlu ditegakkan bersama-sama.

"Saya garis bawahi menambahkan juga selaku Menteri Agama menggarisbawahi juga masalah betul-betul lah agama kan mengajarkan masalah akhlak ketertiban yang lain itulah kita tegakkan sama-sama," ujar Fachrul.



Soal teguran Menag kepada HRS, Fachrul menegaskan bahwa dirinya tidak menegur HRS, tapi dia mengimbau semua pihak agar tertib terhadap protokol kesehatan Covid-19. Karena, agama mengajarkan demikian.

"Mengimbau senuanya supaya betul betul tertib. Agama mengajarkan keteriban mengajarkan akhlak yang baik kemudian utamanya juga kita kalau kerumun-kerumun akan berbahaya untuk penularan Covid," tegasnya.

Sebelumnya dalam Raker, Menag menjelaskan soal pernikahan anak HRS. Menurutnya, ia mengeluarkan rilis media sebanyak 2 kali mengenai hal ini. Karena sudah ada membuat keterangan terkait aspek kesehatan Covid-19, maka Kemnag mengeluarkan keterangan dari aspek agama.

"Masalah akhlak kemudian masalah kebhinnekaan saya sampaikan. Kalau enggak salah ada 3-4 poin kami masukkan. Cukup keras. Malah ada teman yang mengingatkan, pak Menag jangan keras-keras banget. Saya kira enggak keras. Tapi memang perlu kita ingatkan dari banyak aspek," tandasnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top