COVID-19 di Ponpes Melonjak, Pemerintah Diminta Berikan Perhatian Khusus

Jum'at, 13 November 2020 - 15:27 WIB
loading...
COVID-19 di Ponpes Melonjak,...
Ketua MPR, Bambang Soesatyo meminta pemerintah dalam hal ini Kemenag bersama Pemda Jawa Barat meminta pimpinan ponpes terkait untuk segera menyediakan ruang untuk isolasi dan pengobatan bagi santri yang terpapar COVID-19. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jumlah warga pesantren yang terpapar kasus COVID-19 di Jawa Barat terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Seperti yang terjadi di Kabupaten Garut dan di Kota Tasikmalaya terdapat sejumlah pesantren yang menjadi klaster COVID-19.

Di salah satu pesantren di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, misalnya, pada Rabu (11/11/2020), ada penambahan 13 kasus baru yang terpapar sehingga total ada 54 orang. Sedangkan di Kecamatan Pangatikan, di salah satu pesantren ada 164 santri dan pengurusnya terpapar COVID-19. (Baca juga: Ben Yedder Positif Covid-19, Deschamps Belum Cari Pengganti)

Terkait temuan ini, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) bersama Pemda Jawa Barat meminta pimpinan pondok pesantren terkait untuk segera menyediakan ruang untuk isolasi dan pengobatan bagi santri yang terpapar, serta mengevaluasi secara menyeluruh setiap kebijakan maupun pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan pondok pesantren (ponpes).

Menurutnya, terus meningkatnya angka penularan COVID-19 di lingkungan ponpes terjadi akibat penerapan protokol kesehatan yang tidak dilakukan secara maksimal.

”Saya minta Kemenag bersama Kantor Wilayah Kemenag bersinergi dengan Satgas Penanganan COVID-19 untuk mengatasi kluster ponpes dengan melakukan sejumlah upaya-upaya penanganan, antara lain terus menyosialisasikan sekaligus mengedukasi pengurus ponpes beserta para santri tentang pentingnya menerapkan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) di lingkungan ponpes,” ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Jumat (13/11/2020).

Dikatakan mantan Ketua DPR ini, penting juga untuk melakukan tes COVID-19 secara berkala, serta mengimbau santri tidak berkelompok dalam melakukan interaksi. ”Kemenag harus meningkatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan Satgas Penanganan COVID-19 dalam melakukan pengawasan dan memperoleh laporan kasus baru COVID-19 secara berkala yang terjadi di lingkungan ponpes secara terbuka,” tuturnya.

Langkah ini diperlukan sehingga pemerintah dapat segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk menutup sementara ponpes guna memutus rantai penyebaran/penularan COVID-19 di lingkungan sekitar. Mengingat, saat ini masih banyak pesantren yang seolah menutupi kasus COVID-19 di lingkungannya. (Baca juga: 40 Santri di Pondok Pesantren Depok Terpapar Covid-19)

”Pengurus pesantren juga harus kooperatif dalam memberikan informasi kondisi kesehatan para santri ke Satgas Penanganan COVID-19, juga informasi mengenai penerapan protokol kesehatan bagi santri. Dengan begitu, kemunculan kluster pada pesantren dapat diminimalisasi,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Komdigi Siapkan Roadmap...
Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial
Badan Hukum: Sistem...
Badan Hukum: Sistem Imun yang Sering Terlupakan
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Rekomendasi
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Berita Terkini
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved