Bangkitkan Semangat Pemuda melalui Pemahamanan Perjuangan Pahlawan
Rabu, 11 November 2020 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
Setelah menyelesaikan studi S3, Sastia masih tetap berjuang di bidangnya sebagai ilmuwan. Beberapa hasil dari perjuangan tersebut adalah Sastia mendapatkan Miyata Award 20 Oktober 2020 sebagai dosen muda di bidang Engineering yang mengantarkannya untuk berkunjung ke Harvard University di tahun 2021 dan 2022.
“Teruslah belajar dan meraih mimpi yang lebih tinggi, jelajahi dunia dan majukan Indonesia,” pesan Sastia di akhir paparan.
![Bangkitkan Semangat Pemuda melalui Pemahamanan Perjuangan Pahlawan]()
Di penghujung acara, Ahmad Fuadi membagikan kisahnya berkeliling dunia yang bukan hanya sekadar untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kemampuan menulis namun juga untuk membagi pengalamannya menulis beberapa buku best seller. “Tulisan lebih kuat dari peluru, tulislah minimal satu buku dalam hidupmu,” terangnya.
Ia juga mengatakan, penting bagi seseorang untuk merantau demi melawan zona nyaman. Meski tidak nyaman, daya ikhlas menjadi penentu keberhasilan. Menurutnya, kesungguhan dalam berjuang dan daya impian, harus dibela dan didoakan. “Kuasai minimal salah satu bahasa asing untuk bisa kuasai pintu-pintu ilmu”, pesan pemeroleh 10 beasiswa luar negeri itu.
Selain menggelar Webinar, Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), untuk memperingati hari Sumpah Pemuda ke-92, juga menggelar kegiatan bertajuk “Tapak Tilas Virtual Pergerakan Pemuda Meraih Indonesia Merdeka”. Tapak Tilas Sejarah Pergerakan Kemerdekaan Indonesia ini berlangsung pada 31 Oktober 2020 pukul 09.00 s.d. 12.00 WIB.
![Bangkitkan Semangat Pemuda melalui Pemahamanan Perjuangan Pahlawan]()
Animo para pelajar Indonesia untuk menapaktilasi sejarah kemerdekaan masih sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan pada membludaknya pendaftar perhelatan Tapak Tilas Sejarah Pergerakan Kemerdekaan Indonesia.
“Teruslah belajar dan meraih mimpi yang lebih tinggi, jelajahi dunia dan majukan Indonesia,” pesan Sastia di akhir paparan.

Di penghujung acara, Ahmad Fuadi membagikan kisahnya berkeliling dunia yang bukan hanya sekadar untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kemampuan menulis namun juga untuk membagi pengalamannya menulis beberapa buku best seller. “Tulisan lebih kuat dari peluru, tulislah minimal satu buku dalam hidupmu,” terangnya.
Ia juga mengatakan, penting bagi seseorang untuk merantau demi melawan zona nyaman. Meski tidak nyaman, daya ikhlas menjadi penentu keberhasilan. Menurutnya, kesungguhan dalam berjuang dan daya impian, harus dibela dan didoakan. “Kuasai minimal salah satu bahasa asing untuk bisa kuasai pintu-pintu ilmu”, pesan pemeroleh 10 beasiswa luar negeri itu.
Selain menggelar Webinar, Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), untuk memperingati hari Sumpah Pemuda ke-92, juga menggelar kegiatan bertajuk “Tapak Tilas Virtual Pergerakan Pemuda Meraih Indonesia Merdeka”. Tapak Tilas Sejarah Pergerakan Kemerdekaan Indonesia ini berlangsung pada 31 Oktober 2020 pukul 09.00 s.d. 12.00 WIB.

Animo para pelajar Indonesia untuk menapaktilasi sejarah kemerdekaan masih sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan pada membludaknya pendaftar perhelatan Tapak Tilas Sejarah Pergerakan Kemerdekaan Indonesia.
Lihat Juga :