Banyak Remaja Kecelakaan karena Berikut Faktor-faktor Ini

Rabu, 11 November 2020 - 14:38 WIB
loading...
Banyak Remaja Kecelakaan...
Pada 2018, tercatat 29.083 korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas yang kebanyakan melibatkan remaja. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Keselamatan berkendara di Indonesia belum menjadi budaya. Jangankan budaya, menjadi perhatian saja tidak. Setiap hari masih banyak orang yang mengabaikan keselamatan dalam berkendara. Misalnya tidak menggunakan helm, melanggar rambu lalu lintas, berkendara sambal menggunakan gawai, berboncengan motor lebih dari dua orang, dan banyak pelanggaran lain.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hartanto menyayangkan hal tersebut. Sebab pelanggaran kecil tetap dapat membuat bahaya besar terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

(Baca: Pandemi COVID-19, Angka Laka Lantas di Jatim Menurun 14 persen)

Pada 2015, kecelakaan lalu lintas dinobatkan sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia selain penyakit stroke, jantung, kanker, diabetes, dan tuberkulosis. Data Kemenhub pada 2017, terdapat 30.569 korban jiwa karena kecelakaan lalu lintas. Setahun kemudian, jumlahnya sebanyak 29.083 korban jiwa.

Ironisnya, data tersebut menunjukkan insiden tersebut banyak melibatkan usia produktif. “Hal ini, usia yang terlibat adalah 15-64 tahun. “Jadi luar biasa, anak-anak usia 15-an kira-kira menjadi korban yang paling banyak,” papar Hartanto dalam pentas edukasi bertransportasi bertajuk Traveling Selamat, Nyaman, dan Aman di Era New Normal yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (11/11/2020).

Selanjutnya, data dari Korlantas Polri mencatat bahwa setiap jam terdapat 3-4 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Adapun yang melibatkan pelajar, berdasarkan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) pada 2018, tercatat 16.276 pelajar SD, 23.050 siswa SMP, 93.076 pelajar SLTA. Sementara, untuk kategori mahasiswa sebanyak 5.510 orang.

“Angka tersebut sebetulnya selalu mengalami kenaikan sebesar 5% sejak 2017 yakni 21.933 orang. Sampai sekarang, masih banyak sekali kecelakaan yang terjadi dan dimulai tingkat SMP. Mungkin anak SMA dan mahasiswa sudah lebih dewasa sehingga semakin mengerti risiko,” ujarnya.

(Baca: Gelar Operasi Zebra 2020, Kakorlantas: Utamakan Tindakan Humanis Hindari Represif)

Ada berbagai faktor yang memicu kondisi tersebut tetapi faktor psikologis biasanya mempengaruhi mental usia remaja. Umumnya, anak usia SMP dan SMA masih mencari pengakuan dan merasa lebih bebas sehingga melupakan aturan, termasuk saat berkendara. Tetapi di sisi lain Hartanto tidak menampik bila penegakan hukum (law enforcement) masih lemah.

Masyarakat lebih suka aturan yang tidak terlalu tegas. Padahal, lanjut dia, penegakan hukum menjadi paling utama jika ingin negara lebih maju. “Law enforcement ditegakkan dimulai dari diri kita. Saya berharap sekali anak-anak kita, teman-teman SMA bangga dengan penegakan disiplin,” kata dia.

Faktor lainnya yaitu sikap permisif. Ada kalanya orang tua memberikan izin pada anaknya yang belum saatnya berkendara. Kadang masyarakat juga tidak mau menegur, mencoba memberikan edukasi terhadap lingkungan yang ada, termasuk anak-anak yang berkendara tidak memakai helm dan atribut kelengkapan lainnya.

(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Operasi Patuh Bakal...
Operasi Patuh Bakal Digelar Menjelang Nataru
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
Korlantas Gelar Operasi...
Korlantas Gelar Operasi Patuh mulai 8 Juni, Pelanggaran Pelat Nomor Bakal Jadi Target
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi DJKA, KPK Telusuri Penyerahan Fee ke Pihak Kemenhub
Eks Staf Ahli Menhub...
Eks Staf Ahli Menhub Kembalikan Uang ke KPK, Pemeriksaan Kedua Budi Karya Masih Terbuka
3 Kombes Digeser ke...
3 Kombes Digeser ke Korlantas Polri pada Mutasi Mei 2026, Ada Ka SPN Polda Metro Jaya
3 Kendaraan Kecelakaan...
3 Kendaraan Kecelakaan di Tol Becakayu, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
Jasa Raharja-BPJS Ketenagakerjaan...
Jasa Raharja-BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Aplikasi untuk Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan
Rekomendasi
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Berita Terkini
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Infografis
Ini Alasan Banyak Tentara...
Ini Alasan Banyak Tentara Israel Mulai Kecewa Berperang di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved