DPR Sebut Indonesia Berpeluang Besar Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
Jum'at, 06 November 2020 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
Hetifah menambahkan, mengacu pada berbagai riset internasional, ekonomi Indonesia juga diprediksi akan menjadi terkuat ke-4 di dunia pada 10-15 tahun ke depan. Berdasarkan fakta ini, dia semakin optimistis Indonesia tidak akan kesulitan dalam menyusun dan menyiapkan anggaran.
Adapun sarpras, Hetifah mengakui memang ada kekhawatiran berbagai fasilitas olahraga itu akan terbengkalai pasca-Olimpiade 2032. Tapi, pada 2032 mungkin ibu kota negara sudah pindah ke Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga perhelatan olimpiade pun kemungkinan besar digelar di ibu kota baru itu. "Nah, mengingat pelaksanaannya diadakan di ibu kota baru, maka di sana tentu sangat minim sarana prasarana. Saya rasa justru Olimpiade ini dapat kita lihat sebagai momentum pembangunan berbagai infrastruktur dan sarpras olahraga yang mendukung ibu kota baru. Dengan begitu, sarpras yang bertaraf internasional tersebut dapat terus digunakan untuk mendukung prestasi atlet kita untuk berbagai cabang olahraga," papar legislator Dapil Kaltim itu.
Dengan demikian, Hetifah menegaskan, peluang Indonesia menjadi tuan rumah sangat besar, mengingat beberapa negara calon lainnya sudah pernah menjadi tuan rumah. Australia sudah dua kali jadi tuan rumah pada Olimpiade 1956 di Melbourne dan 2000 di Sydney. Jerman juga pernah menggelar Olimpiade pada 1972 di Munich. Sementara Seoul, pernah terpilih menjadi tuan rumah pada 1988. Intinya, semua kontinental sudah pernah dan posisi Indonesia cukup kuat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang bakal menjadi tuan rumah olimpiade.
"Indonesia pasti mendapat sorotan karena setiap benua dan wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi tuan rumah penyelenggara multievent olahraga terbesar di dunia tersebut. Indonesia sudah membuktikan sukses menyelenggarakan acara internasional seperti Asian Games dan Asian Paragames 2018. Dan tidak kalah penting, Indonesia juga memiliki keunggulan keadaan cuaca maupun suhu yang relatif stabil, keamanan, keramahan, kuliner yang beragam, dan keindahan alam yang tidak dimiliki negara lainnya," pungkas Hetifah.
Adapun sarpras, Hetifah mengakui memang ada kekhawatiran berbagai fasilitas olahraga itu akan terbengkalai pasca-Olimpiade 2032. Tapi, pada 2032 mungkin ibu kota negara sudah pindah ke Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga perhelatan olimpiade pun kemungkinan besar digelar di ibu kota baru itu. "Nah, mengingat pelaksanaannya diadakan di ibu kota baru, maka di sana tentu sangat minim sarana prasarana. Saya rasa justru Olimpiade ini dapat kita lihat sebagai momentum pembangunan berbagai infrastruktur dan sarpras olahraga yang mendukung ibu kota baru. Dengan begitu, sarpras yang bertaraf internasional tersebut dapat terus digunakan untuk mendukung prestasi atlet kita untuk berbagai cabang olahraga," papar legislator Dapil Kaltim itu.
Dengan demikian, Hetifah menegaskan, peluang Indonesia menjadi tuan rumah sangat besar, mengingat beberapa negara calon lainnya sudah pernah menjadi tuan rumah. Australia sudah dua kali jadi tuan rumah pada Olimpiade 1956 di Melbourne dan 2000 di Sydney. Jerman juga pernah menggelar Olimpiade pada 1972 di Munich. Sementara Seoul, pernah terpilih menjadi tuan rumah pada 1988. Intinya, semua kontinental sudah pernah dan posisi Indonesia cukup kuat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang bakal menjadi tuan rumah olimpiade.
"Indonesia pasti mendapat sorotan karena setiap benua dan wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi tuan rumah penyelenggara multievent olahraga terbesar di dunia tersebut. Indonesia sudah membuktikan sukses menyelenggarakan acara internasional seperti Asian Games dan Asian Paragames 2018. Dan tidak kalah penting, Indonesia juga memiliki keunggulan keadaan cuaca maupun suhu yang relatif stabil, keamanan, keramahan, kuliner yang beragam, dan keindahan alam yang tidak dimiliki negara lainnya," pungkas Hetifah.
(cip)
Lihat Juga :