Kemenko PMK Berupaya Penyaluran Bansos Diterima dengan Sempurna

Sabtu, 09 Mei 2020 - 07:30 WIB
loading...
Kemenko PMK Berupaya...
Menko PMK Muhadjir Effendy memantau langsung penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kelurahan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus berupaya agar program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dapat diterima segera masyarakat rentan terdampak Covid-19. Program itu terdiri dari bantuan sosial (bansos) reguler dan nonreguler.

Menko PMK Muhadjir Effendy memaparkan, saat ini para penerima bansos reguler makin diperluas. Program Sembako semula diberikan kepada 15,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah itu ditambah menjadi 20 Juta KPM dengan total besaran bantuan Rp200 ribu per bulan bagi tiap keluarga.

Kemudian, Program Keluarga Harapan (PKH) yang sebelumnya mencakup 9,2 juta KPM menjadi 10 juta KPM. Adapun nilai bantuannya meningkat 25% dan penyalurannya juga diberikan setiap bulan.

Selain itu, Program Subsidi Listrik eksisting dikembangkan menjadi program diskon tarif, dimana tagihan gratis kepada 24 juta pelanggan 450 VA dan diskon 50% bagi 7 juta pelanggan 900 VA yang berada dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk periode April hingga Juni 2020.

Berikutnya yaitu Kartu Prakerja yang diberikan kepada 5,6 juta orang dengan besaran Rp1 juta untuk biaya pelatihan. Peserta juga mendapat insentif dana Rp600 ribu/bulan selama tiga bulan. Program pelatihan dibuka setiap minggu selama bulan April–Desember 2020.

Sementara untuk bansos nonreguler, kata Muhadjir, merupakan program khusus stimulus percepatan penanganan Covid-19. Program yag masuk dalam bantuan sosial nonreguler ini, yakni Bansos Sembako Presiden (Banpres) untuk DKI Jakarta yang menyasar sebanyak 1,3 Juta KPM dan Bodetabek sebanyak 600 ribu KPM, Bansos Tunai (BST) untuk 33 Provinsi (kecuali DKI Jakarta) yang menyasar 9 juta KPM.

Paket lainnya yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sebesar Rp600 ribu per KPM bagi 12,3 juta keluarga miskin selama April-Juni 2020. Penerimanya adalah kategori keluarga miskin, non-PKH, non-BPNT, nonpenerima Kartu Prakerja, nonbansos tunai Kementerian Sosial.

Adapun Bantuan Presiden (Banpres), distribusinya sudah dilakukan untuk wilayah DKI Jakarta. Penyaluran tahap I untuk bulan April telah selesai seluruhnya pada 5 Mei 2020. Saat ini, penyaluran Banpres sudah masuk tahap II untuk wilayah Bodetabek selama Mei 2020.

“Selain semua bantuan itu, ada pula bantuan sosial dari kementerian dan lembaga sesuai dengan instruksi Presiden untuk melakukan realokasi dan refocusing anggaran di kementerian dan lembaga guna fokus pada tiga strategi memerangi Covid-19 (Trisula Kebijakan). Begitu juga bantuan dari pemerintah daerah. Semuanya dikoordinasikan agar saling melengkapi sehingga makin banyak keluarga terdampak yang dapat dibantu," tutur Muhadjir. (Baca juga: 10 Ribu Desa Telah Cairkan BLT Dana Desa ).

Ia menjelaskan, pemerintah ingin memastikan agar kebutuhan pokok masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Seluruh bansos disalurkan untuk melindungi masyarakat rentan yang ekonominya terdampak Covid-19, termasuk bagi mereka yang tidak terdaftar dalam DTKS.

"Yang tidak kalah penting untuk dicakup dalam penerima bantuan sosial, adalah mereka yang tidak ada dalam DTKS. Mereka adalah warga negara kita yang semula tidak berada dalam kategori tidak mampu atau tidak miskin, tetapi sekarang jatuh miskin akibat dampak Covid-19," jelas dia.

Acuan data seluruh penyaluran bansos merujuk hasil koordinasi dengan KPK yang dicantumkan dalam Surat Edaran KPK Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data non-DTKS dalam pemberian Bantuan Sosial ke Masyarakat yang menjadi pedoman bagi seluruh tingkatan pemerintahan dari pusat hingga daerah.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Muhadjir Effendy Penuhi...
Muhadjir Effendy Penuhi Panggilan KPK usai Minta Pemeriksaannya Ditunda
Ini Alasan KPK Ingin...
Ini Alasan KPK Ingin Periksa Muhadjir Effendy di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
KPK Jadwal Ulang Periksa...
KPK Jadwal Ulang Periksa Muhadjir Effendy Jadi Saksi Kasus Kuota Haji
Muhadjir Tegaskan Perbedaan...
Muhadjir Tegaskan Perbedaan Lebaran Muhammadiyah Bukan Bentuk Tak Taat Pemerintah
Pratikno dan Muhadjir...
Pratikno dan Muhadjir Effendy Sowan ke Rumah Jokowi, Doakan Sehat dan Panjang Umur
Kemenkes Deteksi Ada...
Kemenkes Deteksi Ada 72 Kasus Covid-19 Varian Baru di Indonesia
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Varian Baru Covid-19...
Varian Baru Covid-19 Terdeteksi Sudah Berada di AS
Varian JN.1 Picu Lonjakan...
Varian JN.1 Picu Lonjakan Drastis Kasus Covid-19 di Asia
Rekomendasi
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Berita Terkini
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved