Elektabilitas Ganjar Meroket, Puan Bisa Jadi Playmaker Gantikan Megawati

loading...
Elektabilitas Ganjar Meroket, Puan Bisa Jadi Playmaker Gantikan Megawati
Bila Ganjar Pranowo diusung PDIP, Puan Maharani sangat mungkin diberikan posisi sebagai playmaker menggantikan posisi Megawati Soekarnoputri sebagai pucuk pimpinan PDIP. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Hasil riset sejumlah lembaga survei teranyar menunjukkan tingkat keterpilihan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungguli sejumlah nama-nama lain yang berpeluang diusung dalam Pilpres 2024. Kader PDIP itu bahkan jauh mengungguli Ketua DPR RI Puan Maharani, anak Ketua Umum PDIP Megawati Seokarnoputri yang konon telah dirancang untu diduetkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada 2024 mendatang.

Menurut Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research dan Analysis (Sudra) Fadhli Harahab, jika Ganjar mampu mempertahankan elektabilitas bahkan meningkatkannya hingga mendekati perhelatan pemilu, tidak menutup kemungkinan dia akan menjadi salah satu kontestan Pemilu 2024.

"Tidak ada yang tidak mungkin. Kans Ganjar cukup besar jika dilihat dari hasil survei saat ini. Bahkan, dia sangat dimungkinkan dipilih atau direkom sebagai kandidat dari PDIP," kata Fadhli saat dihubungi SINDOnews, Jumat (30/10/2020).

(Baca: PDIP-Gerindra Duetkan Prabowo-Puan, Ganjar Bisa Direkrut Nasdem)



Pertanyaannya kemudian, bagaimana dengan nasib Puan Maharani jika Ganjar yang mendapat rekomendasi PDIP? Fadhli berpendapat masih banyak opsi posisi strategis untuk Puan yang tak kalah penting dan berpengaruh. Apa itu?

"Puan bisa saja didorong menjadi Ketum PDIP menggantikan ibunya (Megawati Soekarnoputri). Dengan demikian dia menjadi playmaker. Mbak Puan bisa menjadi penentu arah permainan bahkan bisa menjadi penentu kebijakan," terang Fadhli.

(Baca: Elektabilitas Ganjar Moncer dan Puan Tercecer, Ini Reaksi PDIP)



Namun demikian, pengamat sosial politik alumnus UIN Jakarta itu menambahkan, rentang waktu pemilu yang masih cukup panjang memungkinkan segala sesuatu bisa terjadi. Seluruh kandidat capres dan cawapres pun memiliki banyak waktu dan momentum yang sama menunjukkan kapabilitas untuk meraih simpati rakyat.

"Segala sesuatu masih bisa terjadi. Pemilu masih jauh. Mas Anies, Kang Ridwan, Pak Gatot, Mas AHY, Mba Puan bahkan kandidat-kandidat yang lain punya peluang yang sama. Tinggal bagaimana menyikapi dan memanfaatkan setiap momentum politik untuk meningkatkan elektabilitas," pungkasnya.
(muh)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top