Jokowi Nilai Golkar Mampu Tetap Produktif di Tengah Pandemi
Senin, 26 Oktober 2020 - 04:56 WIB
loading...
A
A
A
"Hal ini bukan hanya menunjukkan kebesaran Partai Golkar, tetapi juga menunjukkan bahwa di era Pandemi Covid-19 sekarang ini Partai Golkar tetap produktif, cepat beradaptasi dengan perubahan serta terus melakukan reformasi untuk meraih prestasi," tuturnya.
Jokowi menuturkan, Pandemi Covid-19 membawa dampak buruk yang luar biasa. "Telah menciptakan efek domino mulai dari masalah kesehatan menjadi masalah sosial dan ekonomi," imbuhnya.
Dia melanjutkan, seluruh lapisan masyarakat terkena dampaknya. Mulai dari tingkatan rumah tangga, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga korporasi. Dia menambahkan, perekonomian di berbagai negara mengalami kontraksi bahkan resesi.
Kata Jokowi, tidak ada yang kebal dari Pandemi Covid-19, termasuk negara Indonesia. "Sebelum Pandemi ekonomi negara kita selalu tumbuh sekitar 5 persen, di tahun 2019 misalnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02 persen. Akibat Pandemi pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 2,97 persen di triwulan pertama, dan -5,32 persen di triwulan kedua tahun 2020," ucapnya.
Namun lanjut dia, dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai. "Dan saya meyakini Insya Allah mampu untuk segera recovery mampu melakukan pemulihan," pungkasnya.
Jokowi menuturkan, Pandemi Covid-19 membawa dampak buruk yang luar biasa. "Telah menciptakan efek domino mulai dari masalah kesehatan menjadi masalah sosial dan ekonomi," imbuhnya.
Dia melanjutkan, seluruh lapisan masyarakat terkena dampaknya. Mulai dari tingkatan rumah tangga, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga korporasi. Dia menambahkan, perekonomian di berbagai negara mengalami kontraksi bahkan resesi.
Kata Jokowi, tidak ada yang kebal dari Pandemi Covid-19, termasuk negara Indonesia. "Sebelum Pandemi ekonomi negara kita selalu tumbuh sekitar 5 persen, di tahun 2019 misalnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02 persen. Akibat Pandemi pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 2,97 persen di triwulan pertama, dan -5,32 persen di triwulan kedua tahun 2020," ucapnya.
Namun lanjut dia, dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai. "Dan saya meyakini Insya Allah mampu untuk segera recovery mampu melakukan pemulihan," pungkasnya.
Lihat Juga :