Generasi Milenial Merasa Indonesia Kurang Demokratis
Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:58 WIB
loading...
A
A
A
Sementara milenial cenderung mengatakan kurang demokratis dibanding kelompok tua. Sebanyak 40,3% usia di bawah 21 tahun menyatakan kurang demokratis, 44,7% sama saja dan hanya 7,9% akui lebih demokratis. Untuk usia 22-25 tahun, 48,8% nyatakan kurang demokratis, 23,9% sama saja dan 20,3% nyatakan lebih demokratis. Untuk usia pertengahan 26-40 tahun, 36,8% nyatakan kurang demokratis, 38,3% bilang sama saja dan 16,4% lebih demokratis.
"Ini menarik, anak-anak muda lahir setelah 98, jadi mereka mungkin comparatif reference-nya adalah pada era reformasi, bukan era sebelum reformasi," tuturnya.
Burhanuddin menjelaskan, kondisi ini berbeda dengan para orang tua yang mungkin merasa kondisi sekarang demokratis sekali. Sebab perspektif mereka membandingkan dengan era Soeharto. Untuk usia 41-55 tahun, 33,1% nyatakan kurang demokratis, 38,3% sama saja dan 18% lebih demokratis. Dan usia di atas 55 tahun ada 26,7% nyatakan Indonesia kurang demokratis, 33,1% sama saja dan 26,7% akui lebih demokratis.
"Tetapi buat anak-anak muda, mereka sejak di dalam kandungan sampai lahir itu sudah menghirup udara demokrasi. Jadi makanya kondisi sekarang dibandingkan evaluasinya berdasarkan situasi pasca reformasi," imbuhnya.
(Baca: Mardani: Saat Ini Ada Kemunduran Kehidupan Demokrasi)
"Ini menarik, anak-anak muda lahir setelah 98, jadi mereka mungkin comparatif reference-nya adalah pada era reformasi, bukan era sebelum reformasi," tuturnya.
Burhanuddin menjelaskan, kondisi ini berbeda dengan para orang tua yang mungkin merasa kondisi sekarang demokratis sekali. Sebab perspektif mereka membandingkan dengan era Soeharto. Untuk usia 41-55 tahun, 33,1% nyatakan kurang demokratis, 38,3% sama saja dan 18% lebih demokratis. Dan usia di atas 55 tahun ada 26,7% nyatakan Indonesia kurang demokratis, 33,1% sama saja dan 26,7% akui lebih demokratis.
"Tetapi buat anak-anak muda, mereka sejak di dalam kandungan sampai lahir itu sudah menghirup udara demokrasi. Jadi makanya kondisi sekarang dibandingkan evaluasinya berdasarkan situasi pasca reformasi," imbuhnya.
(Baca: Mardani: Saat Ini Ada Kemunduran Kehidupan Demokrasi)
Lihat Juga :