Megawati Ingatkan Kader dan Pengurus PDIP Tidak Boleh Terlena

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 01:49 WIB
loading...
Megawati Ingatkan Kader...
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - DPP PDI Perjuangan ( PDIP ) menyerukan kepada seluruh pengurus dan kader partai untuk mengobarkan elan perjuangan dalam wujud kerja keras dalam pemenangan Pilkada Serentak 2020. Sebab, penentu kemenangan adalah kerja riil di tengah rakyat, bukan besarnya dana kampanye yang dimiliki.

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menyatakan pesan itu dan disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di sela rapat konsolidasi organisasi internal partai pemenangan Pilkada Kota Surabaya dan Kabupaten Pacitan, Jumat (23/10/2020).

"Salam dari Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri. Beliau selalu mengingatkan bahwa seluruh anggota dan kader Partai tidak boleh terlena akibat kemenangan pemilu dua kali-berturut-turut. Elan perjuangan harus semakin berkobar, terlebih di tengah tantangan ideologis dan juga tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak ringan akibat pandemi Covid-19," kata Hasto Kristiyanto.

(Baca juga: Pesan Megawati kepada BMI di Tengah Pandemi Covid-19 ).

Hasto mengatakan, pengurus dan kader PDIP tak perlu gentar dikeroyok oleh pasangan calon yang diusung banyak partai lain. Tak perlu juga gentar melawan kekuatan kapital pasangan calon yang merupakan lawan di pilkada. "Jangan pernah gentar, karena sejarah partai kita adalah sejarah perjuangan bersama rakyat," tegas Hasto.

Hasto tampaknya mengatakan hal itu karena di Pilwakot Surabaya, pasangan yang diusung PDIP Ery-Armuji, harus menghadapi lawan yang punya kekuatan kapital besar. Ditegaskan Hasto, bagi PDIP , penentu utama kemenangan adalah sejauh mana struktur partai dan jejaring relawan bekerja di tengah rakyat.

Hasto mengisahkan bagaimana Proklamator dan Presiden Pertama Ir.Soekarno pernah mengatakan bahwa Indonesia merdeka tak bicara soal berapa besar dana yang dipunyai di tangan. "Ketika memperjuangkan Indonesia merdeka, para bapak bangsa kita tak bicara punya dana berapa atau berapa dana yang diperlukan," kata Hasto.

Begitu pun ketika hanya 10 tahun setelah merdeka, Indonesia melaksanakan Konferensi Asia Afrika (KAA). Saat itu, salah seorang tokoh politik merogoh saku jas Bung Karno yang tak ada uangnya.

"Saat itu Bung Karno mengatakan, 'sejak kapan perjuangan itu, uang yang paling utama?' Tiga alat perjuangan itu adalah senjata, kapital, dan ide over opinion. Dan Bung Karno menggunakan ide. PNI didirikan, dan setiap hari Rabu, rakyat diberikan pendidikan politik," kata Hasto.

Sama dengan kondisi saat ini, maka pengurus dan kader partai harus terus hadir dan turun ke bawah bersama rakyat. "Lakukan hal yang konkret untuk rakyat. Gotong royong untuk rakyat terus kita lakukan: dapur umum; jamu sehat; alat pelindung diri seperti masker; disinfektan; sosialisasi pencegahan covid," kata Hasto.

Selain itu, pengurus dan kader harus terus melaksanakan gerakan menanam seperti diinstruksikan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. "Partai ikut memastikan melalui Tiga Pilar Partai agar makanan pokok aman bagi rakyat. Gerakan menanam bersifat wajib," ujar Hasto.

(Baca juga: Megawati Dinilai Sedang Cemas Elektabilitas Puan Masih Rendah ).

Komunikasi politik juga harus terus dilakukan sehingga partai hadir di grass roots dan ruang-ruang publik. Kata Hasto, Megawati Soekarnoputri juga mengingatkan bahwa politik itu perlu kreativitas dan inovasi. Maka pengurus partai dan kader harus menampilkan kegiatan Partai yang menarik dan kreatif. "Dan perluas ruang politik ke aspek pendidikan, olah raga, kebudayaan, dan juga berbagai bentuk penyuluhan kegiatan ekonomi rakyat," kata Hasto.

Saat konsolidasi, hadir para pengurus partai tingkat provinsi seperti Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi, Sekretaris Sri Untari, dan Wakil Ketua bidang Kehormatan Budi 'Kanang' Sulistyono. Hadir juga kader PDIP yang juga Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana. Sejumlah anggota DPR dari Fraksi PDIP juga hadir yakni Johan Budi SP yang juga mantan Jubir KPK dan Jubir Kepresidenan, serta Indah Kurnia.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Dadan Hindayana Tersangka...
Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Qodari Ungkap Makna...
Qodari Ungkap Makna Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Legislator PDIP Sebut...
Legislator PDIP Sebut Tragedi Bus ALS Alarm Keras Kegagalan Pengawasan Transportasi dan Infrastruktur Jalan
PDIP Desak Investigasi...
PDIP Desak Investigasi Menyeluruh Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur
Rekomendasi
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved