Wacana Kominfo Blokir Medsos Dinilai Rawan Berangus Pendapat Publik
Rabu, 21 Oktober 2020 - 22:23 WIB
loading...
A
A
A
Ia menilai kehadiran Permen Kominfo tentang pemblokiran medsos justru akan menormalisasi keheningan dan menjadikan kritik sebagai sesuatu yang berbahaya untuk dilontarkan.
"Pernyataan Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani menggambarkan bagaimana ekspresi kita di media sosial sesungguhnya tidak lepas dari pengawasan pemerintah," imbuhnya.
Lebih lanjut, Rifqi menganggap pemerintah seakan memiliki otoritas untuk memilah dan menilai semua ekspresi yang tersebar secara masif. Sebab, mekanisme pemblokiran dimulai oleh pemerintah yang melaporkan konten yang mereka nilai telah melanggar peraturan.
"Kemampuan menilai ini juga jadi soal. Sebab, bertendensi untuk mempermasalahkan suara-suara yang tidak menguatkan atau sesuai dengan keputusan dan tindakan pemerintah," tegas dia.
"Padahal, bersuara melalui kritikan adalah sebuah upaya untuk menempatkan pemerintah di posisi yang tetap transparan, akuntabel, dan partisipatif dalam setiap pengambilan keputusannya," tukasnya lagi.
"Pernyataan Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani menggambarkan bagaimana ekspresi kita di media sosial sesungguhnya tidak lepas dari pengawasan pemerintah," imbuhnya.
Lebih lanjut, Rifqi menganggap pemerintah seakan memiliki otoritas untuk memilah dan menilai semua ekspresi yang tersebar secara masif. Sebab, mekanisme pemblokiran dimulai oleh pemerintah yang melaporkan konten yang mereka nilai telah melanggar peraturan.
"Kemampuan menilai ini juga jadi soal. Sebab, bertendensi untuk mempermasalahkan suara-suara yang tidak menguatkan atau sesuai dengan keputusan dan tindakan pemerintah," tegas dia.
"Padahal, bersuara melalui kritikan adalah sebuah upaya untuk menempatkan pemerintah di posisi yang tetap transparan, akuntabel, dan partisipatif dalam setiap pengambilan keputusannya," tukasnya lagi.
(maf)
Lihat Juga :