Wapres Ma'ruf Amin Ingatkan Jangan Sampai Pandemi Menambah Jumlah Anak Stunting
Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
"Kondisi tersebut tak boleh dibiarkan karena itu diperlukan upaya inovatif dari pemda untuk pastikan layanan masyarakat tersedia dengan memperhatikan protokol kesehatan. Jangan sampai masa pandemi ini menambah jumlah anak stunting dalam beberapa tahun ke depan," tegasnya.
Lebih lanjut, Ma'ruf memaparkan pada 2019 ada 27,7 persen atau 6,5 juta balita di Indonesia yang mengalami stunting karena kekurangan gizi dalam jangka waktu lama. Data itu bersumber dari hasil survei yang dilakukan Kemenkes.
( Baca juga: Optimalisasi Program “Stunting” ).
"Pada 2019 berdasarkan data survei status gizi balita Indonesia yang dilakukan Kemenkes, 27,7 persen anak balita Indonesia mengalami stunting, ini artinya ada sekitar 6,5 juta balita yang mengalami kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama yang menjadikannya stunting," jelasnya.
Pemerintah, kata dia, menargetkan penurunan angka stunting 14 persen hingga 2024 mendatang. Target ini harus dicapai bersama melalui konvergensi antarprogram dan pelaku baik di tataran pusat maupun daerah bahkan hingga desa.
Lebih lanjut, Ma'ruf memaparkan pada 2019 ada 27,7 persen atau 6,5 juta balita di Indonesia yang mengalami stunting karena kekurangan gizi dalam jangka waktu lama. Data itu bersumber dari hasil survei yang dilakukan Kemenkes.
( Baca juga: Optimalisasi Program “Stunting” ).
"Pada 2019 berdasarkan data survei status gizi balita Indonesia yang dilakukan Kemenkes, 27,7 persen anak balita Indonesia mengalami stunting, ini artinya ada sekitar 6,5 juta balita yang mengalami kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama yang menjadikannya stunting," jelasnya.
Pemerintah, kata dia, menargetkan penurunan angka stunting 14 persen hingga 2024 mendatang. Target ini harus dicapai bersama melalui konvergensi antarprogram dan pelaku baik di tataran pusat maupun daerah bahkan hingga desa.
(zik)
Lihat Juga :