Antisipasi Ancaman Bencana Dampak La Nina, Ini yang Dilakukan BNPB
Selasa, 20 Oktober 2020 - 16:39 WIB
loading...
Mengantisipasi bencana hidrometeorologi yakni banjir, banjir bandang, dan tanah longsor akibat La Nina, Kepala BNPB, Doni Monardo melakukan perencanaan. Foto/SINDOnews/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Mengantisipasi bencana hidrometeorologi yakni banjir, banjir bandang, dan tanah longsor akibat dampak fenomena La Nina, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo melakukan sejumlah perencanaan.
(Baca juga: Tips Mengasuh dan Merawat Bayi di Masa Pandemi Covid-19)
Di antaranya bertemu dengan pimpinan daerah, yakni Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Bupati Bogor Ade Yasin, meninjau Telaga Saat atau Nol Kilometer Sungai Ciliwung, Megamendung, Bogor, Selasa (20/10/2020).
(Baca juga: Bubarkan Balap Liar di Medan, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan)
Doni menjelaskan, Telaga Saat adalah suatu tempat di kawasan Cisarua yang merupakan nol kilometer Ciliwung atau nol kilometer Sungai Ciliwung. Dalam kesempatan itu, juga dilakukan kegiatan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi, dengan penanaman secara simbolis bibit vetiver dan pohon keras di Telaga Saat.
"Telaga Saat ini pada periode tahun 2018 awal masih ditutupi dengan gulma. Sebagian besar atau sekitar 85% itu daratan, hanya 15% saja yang terdiri dari air," kata Doni dalam diskusi secara virtual 'Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi' dari Telaga Saat, Megamendung, Bogor, Selasa (20/10/2020).
"Pada saat yang bersamaan bapak Presiden Jokowi mencanangkan program Citarum Harum. Beliau berada di hulunya Citarum yaitu tepatnya di Situ Cisanti yang merupakan nol kilometer Citarum," tambahnya.
Doni mengatakan, ia yang pada saat itu menjabat sebagai Komandan Resort Militer (Danrem) 061 Surya Kencana Bogor meminta bantuan kepada Danrem Surya Kencana, Bogor, Kolonel Inf Mohammad Hasan yang kini menjadi Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk menggerakkan program revitalisasi Telaga Saat.
"Teman-teman saya yang waktu itu menjadi Danrem 061 Surya Kencana di Bogor itu menyampaikan pesan 'Pak Doni Citarum sudah punya Nol Kilometer, Ciliwung belum'. Padahal Ciliwung itu berada adalah di Telaga Saat. Saya waktu itu meminta bantuan kepada bapak Danrem Kolonel Infantri Mohammad Hasan yang saat ini sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang sekarang pangkatnya Mayor Jenderal Mohamad Hasan," cerita Doni.
Kemudian kata Doni, proses revitalisasi dibantu oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat yang waktu itu menjabat sebagai salah satu pejabat di Kementerian PUPR. Hingga akhirnya Telaga Saat sekarang bisa dijadikan sebagai destinasi wisata.
"Pak Hasan lah yang pertama menggerakkan bersama-sama dengan para relawan menggerakkan komponen yang ada di untuk memulai merintis program revitalisasi Telaga Saat. Dan dibantu oleh Bapak Djarot waktu itu beliau adalah salah satu pejabat di kementerian PUPR yang akhirnya mendapat dukungan penuh dari bapak Menteri PUPR Bapak Basuki hadimuljono sehingga hari ini kita lihat Telaga Saat merupakan tempat yang sangat indah, tempat yang pantas untuk dijadikan destinasi wisata," ungkap Doni.
(Baca juga: Tips Mengasuh dan Merawat Bayi di Masa Pandemi Covid-19)
Di antaranya bertemu dengan pimpinan daerah, yakni Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Bupati Bogor Ade Yasin, meninjau Telaga Saat atau Nol Kilometer Sungai Ciliwung, Megamendung, Bogor, Selasa (20/10/2020).
(Baca juga: Bubarkan Balap Liar di Medan, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan)
Doni menjelaskan, Telaga Saat adalah suatu tempat di kawasan Cisarua yang merupakan nol kilometer Ciliwung atau nol kilometer Sungai Ciliwung. Dalam kesempatan itu, juga dilakukan kegiatan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi, dengan penanaman secara simbolis bibit vetiver dan pohon keras di Telaga Saat.
"Telaga Saat ini pada periode tahun 2018 awal masih ditutupi dengan gulma. Sebagian besar atau sekitar 85% itu daratan, hanya 15% saja yang terdiri dari air," kata Doni dalam diskusi secara virtual 'Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi' dari Telaga Saat, Megamendung, Bogor, Selasa (20/10/2020).
"Pada saat yang bersamaan bapak Presiden Jokowi mencanangkan program Citarum Harum. Beliau berada di hulunya Citarum yaitu tepatnya di Situ Cisanti yang merupakan nol kilometer Citarum," tambahnya.
Doni mengatakan, ia yang pada saat itu menjabat sebagai Komandan Resort Militer (Danrem) 061 Surya Kencana Bogor meminta bantuan kepada Danrem Surya Kencana, Bogor, Kolonel Inf Mohammad Hasan yang kini menjadi Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk menggerakkan program revitalisasi Telaga Saat.
"Teman-teman saya yang waktu itu menjadi Danrem 061 Surya Kencana di Bogor itu menyampaikan pesan 'Pak Doni Citarum sudah punya Nol Kilometer, Ciliwung belum'. Padahal Ciliwung itu berada adalah di Telaga Saat. Saya waktu itu meminta bantuan kepada bapak Danrem Kolonel Infantri Mohammad Hasan yang saat ini sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang sekarang pangkatnya Mayor Jenderal Mohamad Hasan," cerita Doni.
Kemudian kata Doni, proses revitalisasi dibantu oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat yang waktu itu menjabat sebagai salah satu pejabat di Kementerian PUPR. Hingga akhirnya Telaga Saat sekarang bisa dijadikan sebagai destinasi wisata.
"Pak Hasan lah yang pertama menggerakkan bersama-sama dengan para relawan menggerakkan komponen yang ada di untuk memulai merintis program revitalisasi Telaga Saat. Dan dibantu oleh Bapak Djarot waktu itu beliau adalah salah satu pejabat di kementerian PUPR yang akhirnya mendapat dukungan penuh dari bapak Menteri PUPR Bapak Basuki hadimuljono sehingga hari ini kita lihat Telaga Saat merupakan tempat yang sangat indah, tempat yang pantas untuk dijadikan destinasi wisata," ungkap Doni.
(maf)
Lihat Juga :