Polemik Ruangguru Jadi Mitra Kartu Prakerja, Belva Devara Siap Mundur dari Stafsus Presiden
Rabu, 15 April 2020 - 18:28 WIB
loading...
Presiden Jokowi saat mengumumkan 7 Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial, Kamis (21/11/2019) sore. Foto/setkab.go.id.
A
A
A
JAKARTA - Staf Khusus Presiden Adamas Belva Syah Devara membantah ada konflik kepentingan terkait perusahaannya yang dipimpinnya, Ruangguru, yang ditunjuk menjadi mitra program Kartu Prakerja. Belva menyatakan siap mundur dari jabatan stafsus.
"Saya sedang konfirmasi ulang ke Istana apakah memang ada konflik kepentingan yang ditanyakan teman-teman semua di sini, walaupun saya tidak ikut proses seleksi mitra. Jika ada, tentu saya siap mundur dari stafsus saat ini juga. Saya tidak mau menyalahi aturan apa pun," tutur Belva dikutip dari akun Twitter-nya @AdamasBelva, Rabu (15/4/2020).
Ia menegaskan, sejak awal tidak ikut dalam pengambilan keputusan apa pun di program Kartu Prakerja termasuk besaran anggarannya maupun mekanisme teknisnya. Semua dilakukan independen oleh Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana (PMO).
Penentuan mitra dilakukan independen oleh Kemenko Perekonomian dan PMO tanpa intervensi siapa pun. Total ada delapan mitra yang semuanya mengikuti proses seleksi dari akhir tahun 2019 yang dibuka untuk umum.
Para mitra termasuk e-commerce pun juga membuka platform-nya untuk mitra umum sehingga total puluhan mitra yang berpartisipasi di program tersebut. Proses ini mirip dengan proses kurasi Kartu Indonesia (KIP) atau Kartu Jakarta Pintar (KJP).
"Saya sedang konfirmasi ulang ke Istana apakah memang ada konflik kepentingan yang ditanyakan teman-teman semua di sini, walaupun saya tidak ikut proses seleksi mitra. Jika ada, tentu saya siap mundur dari stafsus saat ini juga. Saya tidak mau menyalahi aturan apa pun," tutur Belva dikutip dari akun Twitter-nya @AdamasBelva, Rabu (15/4/2020).
Ia menegaskan, sejak awal tidak ikut dalam pengambilan keputusan apa pun di program Kartu Prakerja termasuk besaran anggarannya maupun mekanisme teknisnya. Semua dilakukan independen oleh Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana (PMO).
Penentuan mitra dilakukan independen oleh Kemenko Perekonomian dan PMO tanpa intervensi siapa pun. Total ada delapan mitra yang semuanya mengikuti proses seleksi dari akhir tahun 2019 yang dibuka untuk umum.
Para mitra termasuk e-commerce pun juga membuka platform-nya untuk mitra umum sehingga total puluhan mitra yang berpartisipasi di program tersebut. Proses ini mirip dengan proses kurasi Kartu Indonesia (KIP) atau Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Lihat Juga :