51 Tahun BIG, Satu Peta Satu Data Satu Nusantara dalam Era Urun Daya

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:23 WIB
loading...
51 Tahun BIG, Satu Peta...
51 Tahun BIG, Satu Peta Satu Data Satu Nusantara dalam Era Urun Daya
A A A
Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada 16 Agustus 2019 menjelaskan bahwa data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak.

Data geospasial di masa dulu, kini dan dipastikan di masa mendatang menjadi bisnis informasi geospasial secara finansial memiliki nilai yang sangat tinggi. Lalu apa hubungannya dan bagaimana dengan crowdsourcing?

Menurut Suprajaka, Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama Badan Informasi Geospasial, crowdsourcing adalah urun daya, sebagai salah satu satu paradigma lama tetapi saat ini menjadi semakin modern, yaitu kegiatan yang berpusat pada pelibatan orang banyak dalam upaya untuk pemecahan masalah.

“Urun daya dalam konteks geospasial merupakan bagian dari akuisisi dan pemutakhiran informasi geospasial yang dapat dilakukan oleh masyakat atau kelompok orang dengan beragam urun daya dalam konteks spasial memiliki kesamaan dengan volunteered geographic information (VGI),“ papar Suprajaka.

VGI merupakan gagasan pengumpulan informasi yang diperoleh dari crowd atau yang dikenal sebagai kerumunan. Banyak pengamat mempercayai bahwa ternyata hasil dari para urun daya ini lebih mendekati kebenaran ketimbang informasi yang dikumpulkan oleh satu atau dua sumber saja.

“Potensi inilah yang menjadi peluang sangat besar jika dikelola dalam kerangka penyelenggaraan Informasi Geospasial, terutama dalam hal pemutakhirannya, sehingga informasi yang dikumpulkan semakin baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya. Ke depan memang masih banyak pekerjaan rumah terutama terkait pengembangan tata kelola melalui skema validasi dan pengesahan data dan informasi geopasial yang dikumpulkan oleh para urun daya tersebut. Ini tantangan besar dan negara wajib hadir menyiapkan standar, regulasi, dan tentunya kelembagaan,“ paparnya.

Menurut Suprajaka, di era digital ini, hampir tidak ada satu jenis pekerjaan pun dapat dilaksanakan oleh perseorangan. Prinsip gotong royong menjadi semakin populer kembali.

“Kondisi ini tidak dapat terwujud, jika hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi perlu mendapat dukungan dari para pihak termasuk masyarakat dalam arti luas. Prinsip kerja sama yang komprehensif mulai dari para akademisi (a), bisnis (b), communinity (c) dan goverment (g) menjadi sangat penting.”

Masyarakat semakin sadar pentingnya perhatian kepada para penyelenggaraan good governance, yakni pemerintah yang semakin baik dan mampu melaksanakan penyelenggaraan pembangunan lebih terukur dan dapat bertanggungjawabkan, termasuk dalam hal ini penyelenggaraan informasi geospasial di Indonesia.

“Kegiatan penyelengaaraan informasi geospasial yang dilaksanakan oleh berbagai sektor mulai dari proses pengumpulan Data Geospasial (DG), pengolahan Data Geospasial dan Informasi Geospasial (IG). penyimpanan dan pengamanan DG dan IG, penyebarluasan IG, serta penggunaan informasi geospasial secara luas telah menjadi bagian dalam tata kelola pemerintahan untuk mendukung proses perencanaan dan pembangunan nasional yang berkelanjutan,” papar Suprajaka.

Secara regulatif menindaklanjuti atas Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional, terkait dengan peran serta masyarakat telah dikeluarkan Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial nomoer 1 tahun 2015 tentang Mekanisme Peran Serta Setiap Orang dalam Jaringan Informasi Geospasial Nasional.

Dalam tataran penyelenggaraan informasi geospasial, ruang partisipatif sebenarnya sangat terbuka luas, seperti halnya tercantum dalam undang-undang nomer 4 tahun 2011 tentang informasi geopasial, bahwa Kegiatan penyelenggaraan informasi geospasial oleh Instansi Pemerintah atau Pemerintah daerah dapat dilaksanakan oleh setiap orang.

Memasuki usia yang 51 tahun, Badan Informasi Geospasial (BIG) terus mengupayakan penyediaan data spasial yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, untuk mendukung implementasi kebijakan Satu Data Indonesia, guna percepatan pembangunan nasional berbasis Tematik, Holistik, Integratif dan Spasial (THIS).
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Riwayat Kepangkatan...
Riwayat Kepangkatan Tito Karnavian, Mantan Kapolri yang Jadi Mendagri di Era Jokowi dan Prabowo
Respons Mahfud MD soal...
Respons Mahfud MD soal Isu Ijazah Palsu Jokowi, Jadi Presidennya Tetap Sah
Jokowi Bersedia Jadi...
Jokowi Bersedia Jadi Dewan Pembina Rampai Nusantara
Prabowo Bangga Indonesia...
Prabowo Bangga Indonesia Pernah Dipimpin SBY dan Jokowi
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Efisiensi Anggaran Era Prabowo Akibat Buruknya Pemerintahan Jokowi
Tuding OCCRP Proksi...
Tuding OCCRP Proksi untuk Sudutkan Jokowi, Joman: Kita Pantas Curiga!
Warga Karo Bangun Patung...
Warga Karo Bangun Patung Jokowi Senilai Rp2,5 Miliar, Simbol Terima Kasih
Ini Riwayat Pendidikan...
Ini Riwayat Pendidikan Seluruh Presiden Indonesia, Sudah Tahu?
Jokowi Apresiasi Pertemuan...
Jokowi Apresiasi Pertemuan Prabowo-Megawati
Rekomendasi
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Tersangka Baru Kasus...
Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Penangguhan Penahanan
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved