Bincang dengan Dokter Reisa, Wapres Ma'ruf Amin Sebut Vaksin dan Imunisasi Ikhtiar Mencegah Penyakit
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 18:05 WIB
loading...
Wapres Maruf Amin saat dialog secara virtual dengan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro. Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan bahwa vaksin merupakan salah satu bagian dari pengobatan. Dalam hal ini pengobatan untuk mencegah terjadinya penyakit.
"Itu bentuk upaya, ikhtiar, mencegah terjadinya suatu penyakit. Jadi imunisasi juga bagian dari berobat. Berobat kan ada dua macam, ada yang kuratif, ada yang preventif. Kalau kuratif kan kalau sudah terjadi diobati. Kalau preventif kan sebelum terjadi," kata Ma'ruf Amin saat berbincang dengan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro dalam akun YouTube resmi Sekretariat Presiden, Jumat (16/10/2020).
Wapres juga menyebutkan bahwa masalah pengobatan di dalam ajaran agama Islam memang ada perintahnya. Hal itu disebutkan di dalam hadits.
(Baca juga: Luhut, Terawan hingga MUI Segera ke China Urus Vaksin COVID-19 ).
"Di dalam masalah pengobatan ini memang ada perintah. Hadistnya panjang, intinya begini,'berobatlah kamu, karena Allah tidak meletakkan penyakit kecuali ada obatnya'," ungkapnya.
"Jadi, setiap penyakit ada obatnya, cuma bisa ditemukan atau belum ditemukan saja. Kecuali, yang tidak ada obatnya itu penyakit pikun. Kalau orang pikun nggak bisa diobati itu ya. Tapi kalau yang namanya penyakit ada obatnya," tuturnya.
"Itu bentuk upaya, ikhtiar, mencegah terjadinya suatu penyakit. Jadi imunisasi juga bagian dari berobat. Berobat kan ada dua macam, ada yang kuratif, ada yang preventif. Kalau kuratif kan kalau sudah terjadi diobati. Kalau preventif kan sebelum terjadi," kata Ma'ruf Amin saat berbincang dengan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro dalam akun YouTube resmi Sekretariat Presiden, Jumat (16/10/2020).
Wapres juga menyebutkan bahwa masalah pengobatan di dalam ajaran agama Islam memang ada perintahnya. Hal itu disebutkan di dalam hadits.
(Baca juga: Luhut, Terawan hingga MUI Segera ke China Urus Vaksin COVID-19 ).
"Di dalam masalah pengobatan ini memang ada perintah. Hadistnya panjang, intinya begini,'berobatlah kamu, karena Allah tidak meletakkan penyakit kecuali ada obatnya'," ungkapnya.
"Jadi, setiap penyakit ada obatnya, cuma bisa ditemukan atau belum ditemukan saja. Kecuali, yang tidak ada obatnya itu penyakit pikun. Kalau orang pikun nggak bisa diobati itu ya. Tapi kalau yang namanya penyakit ada obatnya," tuturnya.
Lihat Juga :