Anak Ideologis Disebut Hasil Kaderisasi Politik, Pengamat: Omong Kosong
Rabu, 14 Oktober 2020 - 07:57 WIB
loading...
A
A
A
"Maka klientelistik atau trah politik kita nanti hanya pertarungan antara trah Soekarno, Trah Soeharto, Trah SBY, Dan sekarang Trah Jokowi sedang merakit kekuatan besar anak ideologisnya," tutur Pangi saat dihubungi SINDOnews, Selasa (13/10/2020).
(Baca: Hanafi Rais Lebih Pas Disebut Putra Mahkota yang Disiapkan)
Pangi menyebut fenomena politik Indonesia sebagai politik kain sarung. ”Seperti lingkaran kain sarung' muter-muter di situ saja, yakni elite oligarki dan tren politik klientelistik. Ini sudah tabiat alam, manusiawi sekali bagaimana trah mereka tetap ingin berkuasa, menjadi elite dan memberikan pikiran, pengaruh dan kontribusinya," ujarnya.
Akan tetapi, faktanya yang terjadi tidak sepenuhnya soal ideologis. Pangi mengatakan, para elite politik terkesan omong kosong ketika bicara kaderisasi. Sebab, yang ada hanya bagaimana beramai-ramai membangun dinasti politik dari trah keluarga mereka.
"Lihat saja sekarang masih memakai jurus aji mumpung, anak ideologisnya maju dalam pilkada, mumpung masih menjabat presiden, ini etika politiknya berat," tukas dia.
(Baca: Hanafi Rais Lebih Pas Disebut Putra Mahkota yang Disiapkan)
Pangi menyebut fenomena politik Indonesia sebagai politik kain sarung. ”Seperti lingkaran kain sarung' muter-muter di situ saja, yakni elite oligarki dan tren politik klientelistik. Ini sudah tabiat alam, manusiawi sekali bagaimana trah mereka tetap ingin berkuasa, menjadi elite dan memberikan pikiran, pengaruh dan kontribusinya," ujarnya.
Akan tetapi, faktanya yang terjadi tidak sepenuhnya soal ideologis. Pangi mengatakan, para elite politik terkesan omong kosong ketika bicara kaderisasi. Sebab, yang ada hanya bagaimana beramai-ramai membangun dinasti politik dari trah keluarga mereka.
"Lihat saja sekarang masih memakai jurus aji mumpung, anak ideologisnya maju dalam pilkada, mumpung masih menjabat presiden, ini etika politiknya berat," tukas dia.
(muh)
Lihat Juga :