Fahri Hamzah: Anggota DPR Bukan Wakil Rakyat tapi Wakil Parpol

Rabu, 07 Oktober 2020 - 17:37 WIB
loading...
Fahri Hamzah: Anggota...
Foto/ist
A A A
JAKARTA - Heboh iklan penjualan gedung DPR RI dengan harga sangat murah di toko online atau layanan e-commerce direspons Fahri Hamzah sebagai momentum untuk membuat perubahan besar.

"Memang ini waktunya untuk DPR dan politisi secara umum untuk memulai pemikiran yang sifatnya itu sistemik, please jangan lagi kita berpikir sepotong membuat gambar kecil dari persoalan tapi cobalah lihat gambar besarnya," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia kepada SINDOnews, Rabu (7/10/2020).

Menurut dia, iklan tersebut merupakan sinisme masyarakat atas ketidakpuasan terhadap golongan yang disebut sebagai wakil mereka. Apalagi, dalam praktiknya masyarakat tak punya kuasa atas wakil tersebut. Sebaliknya, anggota DPR dikendalikan oleh ketua umum partai politik masing-masing. Akhirnya, lanjut dia, ketua umum partai politik (parpol) itu terlibat di dalam satu mekanisme oligarki untuk mengatur kekuasaan legislatif dari belakang layar.

"Sinisme rakyat kepada DPR itu tidak bisa dihindari karena setelah dipilih anggota DPR itu tidak bisa dikendalikan oleh rakyat dan konstituennya," tambah mantan wakil ketua DPR RI periode 2014-2019 ini.

(Baca: Fahri Hamzah: MK Bisa Batalkan Total Isi UU Cipta Kerja)

Karena itu, Fahri mengatakan apa yang disebut sebagai telepon Pak Ketum, Bu Ketum, Pak Sekjen, Bu Sekjen dan sebagainya adalah hal lumrah. ”Anggota DPR kita tidak independen, mereka bukan wakil rakyat, mereka adalah wakil parpol. Dan karena itu kadang-kadang saya anggap mereka juga adalah korban dari sistem yang mereka sendiri tidak mampu untuk mengubahnya," ungkapnya.

Fahri mengungkapkan menulis sebuah buku di akhir masa jabatannya di DPR tahun 2019. Buku itu terakhir yang dia tulis sebagai buku putih.

"Karena saya terus terang ingin menegaskan bahwa kesalahan relasi antara daulat rakyat dengan daulat partai politik apapun suatu hari akan menjadi bom waktu, karena sekali lagi begitu Anggota DPR dicoblos dan habis itu dilantik dan terpilih, terpilih dan dilantik menjadi anggota DPR yang seharusnya menjadi wakil rakyat, mereka berhenti menjadi wakil rakyat dan terpaksa menjadi wakil Parpol," ujarnya.

Menurut dia, Parpol yang memiliki cara berpikir bisa mengendalikan fraksinya di parlemen adalah salah. "Kita jangan mengendalikan DPR dengan komando partai politik," ujar mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Dia mengatakan, partai politik harus dibiarkan bebas untuk mewakili konstituensinya, atau mewakili rakyatnya. "Kalau dengan Omnibus Law ini ada anggota DPR yang basisnya adalah industri, konstituensinya adalah buruh, ya tentu dia harus membela buruh, bukan membela Parpol, tapi sekali lagi ini menjadi lingkaran setan yang tidak selesai-selesai karena pada akhirnya sistemnya tidak berubah," imbuhnya.

(Baca: Gedung DPR Dijual Online, Ini Kata Manajemen Platform E-Commerce)

Lebih lanjut dia mengatakan, Parpol akan kembali mengikuti Pemilu dan dipilih lagi oleh rakyat. "Lalu kemudian partai politik ngontrol lagi, yang kita sayangkan partai politik bukan saja mengontrol legislatif, tapi mereka juga mengontrol eksekutif, atas dalih petugas partai, wali kota, Bupati bahkan kadang-kadang Presiden pun tidak bisa menyuarakan dan melaksanakan apa yang sebenarnya merupakan permintaan dan kehendak rakyat banyak, dan mereka terpaksa terjebak kepada keinginan dari partai politik yang mengatasnamakan rakyat, padahal rakyat tidak tahu menahu tentang apa yang mereka lakukan,"tuturnya.

Akan tetapi, kata dia, Parpol punya kewenangan untuk menekan legislatornya dan melakukan pergantian antarwaktu (PAW). Dia melanjutkan, Parpol bisa seenaknya menggeser atau mengganti kadernya di parlemen.

"Di eksekutif mereka bisa menggalang lagi parlemen untuk tidak mendukung melakukan mosi tidak percaya bahkan kemungkinan impeachment, mata rantai lingkaran setan ini lah yang harus dihentikan. Kalau kita mau serius membangun demokrasi dan sistem perwakilan yang sehat partai politik harus dicegah pertama-tama menjadi mesin kekuasaan," ungkapnya.

Dia mengatakan, Parpol harus kembali sebagai pemikir dan think tank bagi negara. "Dan karena itu lah kemudian cara mereka quote on quote mengendalikan kalau bisa dibilang mengendalikan adalah dengan mempertegas warna manifesto dan ideologi dasar dari partainya itu, bukan dengan meng-exercise kekuasaan, diancam tidak berkenan dan seterusnya, ini lah yang harus kita lakukan dan inilah yang harus kita kerjakan kalau kita ingin semuanya berakhir dan semuanya kita hentikan sebagai sebuah lingkaran setan yang berbahaya," tuturnya.

- Rico Afrido Simanjuntak
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerindra: Diplomasi...
Gerindra: Diplomasi Aktif Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Panggung Global
Shanty Alda Nathalia...
Shanty Alda Nathalia Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa di Hari Lahir Pancasila
SNI Jadi Benteng Produk...
SNI Jadi Benteng Produk Lokal dan Jalan IKM Tembus Ekspor
Komisi XIII DPR Dorong...
Komisi XIII DPR Dorong Penguatan Regulasi dan Koordinasi Penanganan TPPO
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Usulan Boni Hargens:...
Usulan Boni Hargens: Masa Jabatan Anggota DPR Cukup 2 Periode
Fahri Hamzah : Prabowo...
Fahri Hamzah : Prabowo Fokus Putus Rantai Ketimpangan Kaya dan Miskin
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
Kawendra Salurkan 88...
Kawendra Salurkan 88 Sapi Kurban di Jember Lumajang dan Daerah Lainnya
Rekomendasi
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia di All England 2026, Putri KW Sendirian di Tunggal Putri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved