DPD Harap Presiden Beri Atensi soal Konversi Pembangkit Listrik BBM
Selasa, 06 Oktober 2020 - 21:00 WIB
loading...
Pimpinan DPD saat hendak bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/10/2020) sore. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Baktiar Najamudin mempertanyakan kebijakan PLN di Sumatera Selatan yang menghentikan proyek konversi pembangkit listrik bahan bakar minyak ke batubara.
Sementara semua studi dan kesiapan konversi tersebut telah direkomendasi untuk dijalankan. Pembicaraan tersebut menjadi salah satu topik dalam rapat konsultasi antara Pimpinan DPD dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/10/2020) sore.
Rapat konsultasi yang berlangsung satu jam itu dihadiri Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua DPD Nono Sampono dan Sultan Baktiar Najamudin. Sementara Wakil Ketua DPD Mahyudin berhalangan hadir karena masih bertugas di Kalimantan Timur.
Menurut Sultan, keputusan PLN untuk membangun PLTU Mulut Tambang di Sumatera Selatan dengan memanfaatkan energi murah yang tersedia di Sumatera Selatan sudah sangat tepat. Sebagai bagian dari konversi pembangkit tenaga BBM yang mahal, sehingga dapat dilakukan penghematan yang signifikan. (Baca juga: 36 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tersedia di Kuartal IV, Siapa Duluan Disuntik? )
Untuk itu PLN juga merencanakan pembangunan jaringan transmisi interkoneksi Sumatera 275 kV termasuk gardu induk 275 kV. “Tapi dari temuan kami, proses ini sekarang terhenti dan tidak dilanjutkan oleh PLN. Untuk itu kami mohon Bapak Presiden untuk dapat memberi perhatian terhadap hal tersebut,” urai Senator asal Bengkulu ini.
Sementara semua studi dan kesiapan konversi tersebut telah direkomendasi untuk dijalankan. Pembicaraan tersebut menjadi salah satu topik dalam rapat konsultasi antara Pimpinan DPD dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/10/2020) sore.
Rapat konsultasi yang berlangsung satu jam itu dihadiri Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua DPD Nono Sampono dan Sultan Baktiar Najamudin. Sementara Wakil Ketua DPD Mahyudin berhalangan hadir karena masih bertugas di Kalimantan Timur.
Menurut Sultan, keputusan PLN untuk membangun PLTU Mulut Tambang di Sumatera Selatan dengan memanfaatkan energi murah yang tersedia di Sumatera Selatan sudah sangat tepat. Sebagai bagian dari konversi pembangkit tenaga BBM yang mahal, sehingga dapat dilakukan penghematan yang signifikan. (Baca juga: 36 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tersedia di Kuartal IV, Siapa Duluan Disuntik? )
Untuk itu PLN juga merencanakan pembangunan jaringan transmisi interkoneksi Sumatera 275 kV termasuk gardu induk 275 kV. “Tapi dari temuan kami, proses ini sekarang terhenti dan tidak dilanjutkan oleh PLN. Untuk itu kami mohon Bapak Presiden untuk dapat memberi perhatian terhadap hal tersebut,” urai Senator asal Bengkulu ini.
Lihat Juga :