Jokowi Dukung Aspirasi Gelar Pahlawan untuk Pendiri Al Jam’iyatul Wasliyah
Selasa, 06 Oktober 2020 - 20:12 WIB
loading...
Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti berfoto bersama Presiden Jokowi di Istana Bogor, Selasa (6/1/2020) sore. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung aspirasi yang disampaikan pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang mengusulkan agar pendiri ormas Islam Al Jam’iyatul Wasliyah mendapat gelar pahlawan nasional.
Penegasan itu disampaikan saat menerima pimpinan DPD di Istana Bogor dalam agenda rapat konsultasi antara Presiden dan pimpinan DPD, Selasa (6/10/2020) sore.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti yang hadir bersama Wakil Ketua DPD Nono Sampono dan Sultan Baktiar Najamudin. Sementara Wakil Ketua DPD Mahyudin berhalangan hadir karena masih bertugas di Kalimantan Timur.
Wakil Ketua DPD Nono Sampono mengungkapkan, ormas Islam Al Jam’iyatul Wasliyah yang berdiri pada 30 November 1030 di Medan, Sumatera Utara itu menjadi bagian dari sejarah perjuangan melawan penjajahan di Indonesia, terutama di kurun waktu antara tahun 1930 hingga 1950.
“Mengingat ormas tersebut memiliki peran dan tujuan yang hampir sama dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, maka para pengurus Al Jam’iyatul Wasliyah berharap pemerintah juga memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada pendiri ormas tersebut,” tutur Nono Sampono. (Baca juga: 36 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tersedia di Kuartal IV, Siapa Duluan Disuntik? )
Penegasan itu disampaikan saat menerima pimpinan DPD di Istana Bogor dalam agenda rapat konsultasi antara Presiden dan pimpinan DPD, Selasa (6/10/2020) sore.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti yang hadir bersama Wakil Ketua DPD Nono Sampono dan Sultan Baktiar Najamudin. Sementara Wakil Ketua DPD Mahyudin berhalangan hadir karena masih bertugas di Kalimantan Timur.
Wakil Ketua DPD Nono Sampono mengungkapkan, ormas Islam Al Jam’iyatul Wasliyah yang berdiri pada 30 November 1030 di Medan, Sumatera Utara itu menjadi bagian dari sejarah perjuangan melawan penjajahan di Indonesia, terutama di kurun waktu antara tahun 1930 hingga 1950.
“Mengingat ormas tersebut memiliki peran dan tujuan yang hampir sama dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, maka para pengurus Al Jam’iyatul Wasliyah berharap pemerintah juga memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada pendiri ormas tersebut,” tutur Nono Sampono. (Baca juga: 36 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tersedia di Kuartal IV, Siapa Duluan Disuntik? )
Lihat Juga :