Elektabilitas Tak Genap 5%, Bagaimana Peluang Gatot dan Moeldoko di 2024?

Minggu, 04 Oktober 2020 - 10:56 WIB
loading...
Elektabilitas Tak Genap...
Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A
JAKARTA - "Perang pantun" dua mantan Panglima TNI yaitu Gatot Nurmantyo dan Moeldoko dikaitkan sejumlah pengamat dengan peluang keduanya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Moeldoko dan Gatot memang sama-sama mendapat respons publik yang positif berdasarkan hasil survei

Akan tetapi, dibandingkan Moeldoko, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo melihat peluang Gatot untuk maju di Pilpres 2024 lebih besar. Setidaknya hal itu dilihat dari geliat Gatot untuk lebih menunjukkan kesiapan maju ketimbang Moeldoko.

"Mungkin disebabkan posisi Moeldoko yang dilematis. Di satu sisi posisi Moeldoko ada di dalam pemerintahan sebagai kepala KSP, sehingga masih banyak pertimbangan untuk bermanuver," kata Karyono saat dihubungi SINDOnews, Minggu (4/10/2020).

(Baca: Menakar Peluang Gatot Nurmantyo dan Andika Perkasa Maju Pilpres 2024)

"Sebagai kepala KSP, Moeldoko harus mempertimbangkan situasi dan kondisi lingkungan di pemerintahan. Tapi karakter seperti Moeldoko yang sadar dengan posisinya dan lingkungannya merupakan sikap yang profesional dan menjunjung tinggi etika," tambahnya.

Karyono menganggap, Gatot lebih bebas untuk bermanuver tanpa beban psikologis karena di luar pemerintahan. Namun demikian, baik Gatot maupun Moeldoko jika dilihat dari aspek elektabilitas masih sangat rendah. Elektabilitas kedua figur mantan panglima TNI tersebut masih belum sampai 5 persen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Poltracking: Elektabilitas...
Poltracking: Elektabilitas Prabowo Unggul di Atas Anies Baswedan
Sowan ke Mantan Panglima...
Sowan ke Mantan Panglima TNI Widodo AS, Menhan: Beliau Meninggalkan Warisan Loyalitas pada NKRI
Kapolri Dikritik Mantan...
Kapolri Dikritik Mantan Panglima TNI, Aktivis: Polri Tak Punya Histori Berkhianat pada Presiden
Survei Median: Prabowo...
Survei Median: Prabowo Pimpin Elektabilitas Capres jika Pilpres Digelar Hari Ini
Jenazah Istri Wiranto...
Jenazah Istri Wiranto Tiba di Rumah Duka, Pelayat Langsung Laksanakan Salat Jenazah
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, 2 Nama Kuat Calon Menko Polkam
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, Calon Menko Polkam
Profil Gatot Nurmantyo,...
Profil Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Bursa Menko Polkam
Rekomendasi
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Konser Reuni BTS di...
Konser Reuni BTS di Busan Molor 75 Menit, HYBE Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Berita Terkini
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved