Harian Rakyat Edisi 2 Oktober 1965, Fadli Zon Ungkap Pemberontakan G30S/PKI

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 16:33 WIB
loading...
Harian Rakyat Edisi...
Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memaparkan sejumlah bukti tentang sepak terjang komunisme yang digawangi PKI dalam beberapa pemberontakan di Indonesia. Foto/Youtube/Fadli Zon
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon tampil secara lugas, cermat dan taktis dalam memaparkan sejumlah bukti tentang sepak terjang komunisme yang digawangi Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam melakukan beberapa pemberontakan di Indonesia, dalam sebuah acara ILC.

(Baca juga: Din Syamsuddin ke Moeldoko: KAMI Bukan Orang-orang Pengecut)
Harian Rakyat Edisi 2 Oktober 1965, Fadli Zon Ungkap Pemberontakan G30S/PKI

Dari penuturan Fadli Zon di akun youtube Fadli Zon Official, PKI melakukan kudeta di tahun 1948 dan 1965, sambil menunjukkan bukti autentik, sebuah koran Harian Rakyat edisi 2 Oktober 1965.

(Baca juga: Moeldoko Sebut Seseorang Bisa Berbeda kalau Sudah Bicara Politik)
Harian Rakyat Edisi 2 Oktober 1965, Fadli Zon Ungkap Pemberontakan G30S/PKI

"Nah ini Harian Rakyat aslinya, waktu saya tampil di ILC itu fotokopinya. Ada editorial, kemudian kartun-kartunnya dan juga tentang susunan Dewan Revolusi. Dan ini terbit pada hari Sabtu, 2 Oktober tahun 65," seperti dikutip SINDOnews dari akun Youtube Fadli Zon, Jumat (2/10/2020).

"Tanggal 1 Oktober mereka tidak terbit, nah mereka terbit tanggal 2 Oktober. Di sini memang sudah dipersiapkan, termasuk di dalamnya seperti marxisme mutlak diajarkan di AAK, kemudian 4 orang yang diajukan rakyat memang setan-setan kota. Termasuk situasi ibu kota pertiwi dalam keadaan hamil tua," tambah anggota DPR dari Fraksi Gerindra ini.

Karena itu Fadli menegaskan, jadi ini adalah satu bukti bahwa PKI adalah dalang dari G30S/PKI. Menurutnya, di dalam koran itu adanya susunan Dewan Revolusi dan sejumlah nama yang dicatut.

"Diumumkan oleh untung tentang keputusan pertama atau dekrit pertama tentang Revolusi Indonesia. Mereka juga membentuk Dewan Revolusi Daerah sampai tingkat bawah, kemudian penurunan dan penaikan pangkat. Semua jenderal diturunkan pangkatnya hanya menjadi letnan kolonel," ucap Fadli Zon.

"Kemudian yang ikut serta dalam penculikan dan pembunuhan para jenderal, pangkatnya dinaikkan. Jadi ini jelas sekali, Harian Rakyat koran resmi PKI menyatakan mendukung gerakan G30S, bahwa merekalah sebetulnya di belakangnya," sambungnya.

Sebelumnya, menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, bukan hanya ideologi komunis atau PKI yang mencoba untuk mengganti Pancasila dengan ideologi lain. "PKI jelas haram tak boleh lagi ada di Indonesia," kata Adi kepada SINDOnews, Kamis 1 Oktober 2020.

Adi mengatakan, bangsa ini harus mulai belajar "move on" terhadap peristiwa masa lalu yang masih memiliki banyak "tafsir sejarah". Karena itu, usaha bersama untuk keluar dari masa lalu harus dilakukan secara rekonsiliatif.

Analis politik asal Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, jika pun ada ajakan rekonsiliasi, itu sebatas untuk melupakan peristiwa mengerikan 1965 dan fokus merawat Pancasila ke depan.

"PKI tak bisa dimaafkan tapi bangsa ini harus 'move on' menghadapi tantangan ke depan seperti menghadapi wabah virus ini," tutur Adi.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diaspora Indonesia Gelar...
Diaspora Indonesia Gelar Konser Kemanusiaan di London untuk Korban Banjir Sumatera
Gelar Anugerah Kebudayaan...
Gelar Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025, Fadli Zon: Pengakuan Negara Atas Kerja Budaya
Kementerian Kebudayaan...
Kementerian Kebudayaan Tetapkan 85 Cagar Budaya Peringkat Nasional 2025
Buku Sejarah Indonesia...
Buku Sejarah Indonesia 2025 Diluncurkan, Fadli Zon: Dari Prasejarah hingga Reformasi
Soft Launching Buku...
Soft Launching Buku Sejarah Indonesia, Momentum Merawat Memori Kolektif Bangsa
10 Jilid Buku Penulisan...
10 Jilid Buku Penulisan Ulang Sejarah yang Diluncurkan Fadli Zon, Ada tentang Orde Baru
Indonesian Idol Raih...
Indonesian Idol Raih Penghargaan Bergengsi Kementerian Kebudayaan
Kubu Raja Keraton Solo...
Kubu Raja Keraton Solo PB XIV Purbaya Keberatan Keputusan Menteri Kebudayaan
Diwarnai Protes Kubu...
Diwarnai Protes Kubu Raja PB XIV Purbaya, Fadli Zon Buka Suara soal SK Penunjukan Tedjowulan
Rekomendasi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Berita Terkini
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved