Darurat Corona, DPR Sebut Kemenkes Hambat Penggunaan Alkes Produksi Lokal
Selasa, 05 Mei 2020 - 20:55 WIB
loading...
A
A
A
Maman menuturkan, ada satu hal yang perlu digarisbawahi, kenapa Kemenkes menjadi terlihat terkesan enggan untuk mengambil produk dalam negeri karena belum tersertifikasi. Tadi, direspons Dirjen Litbangkes kalau sudah ada lembaga pendidikan yang produksinya disetujui.
Tapi dia heran, hal serupa tidak berlaku untuk industri lain yang sudah membantuk memproduksi alkes itu. "Saya pake analogi kita ini kayak orang sakau. apa itu orang sakau? Kalau lagi sakau itu kita menyayat-nyayat badan kita sendiri. Hari ini kondisi bangsa dan negara ini lagi bermasalah dan ibu-ibu Kemenkes atau bapak-balak malah ikut menyayat-nyayat badan kita. Kenapa saya bilang seperti itu? Bagaimana tidak, kondisi di lapangan kita sedang kekurangan alat," ujarnya.
"Yang kedua kita sudah punya prototype alat-alatnya lengkap yang dalam ini Kemenristek dan BPPT dan semua LPNK siap, ready. Tapi hanya karena alasan prosedural, administrasi, sertifikasi kita menghambat diri kita sendiri menyelamatkan anak-anak bangsa hari ini korban Covid-19. Apa bedannya anda-anda semua di Kemenkes dan kita semua seperti orang kena penyakit sakau," tukas Maman.
Politikus Partai Golkar ini mengaku bingung, karena alkes ini bisa diproduksi sendiri, dilegitimasi oleh Kemenkes yang merupakan bagian dari negara ini, aturannya pun dibuat sendiri, tetapi aturan itu justru menghambat produksi alkes di dalam negeri. Jangan sampai karena urusan administratif membuat negara ini terlambat menangani pandemi ini.
"Jangan sampai hari ini Covid-19 sudah lewat anda baru ujug-ujug keluarkan izin-izinnya. Di mana nalar kita hari ini, nalar publik ini dipertanyakan loh pak," tegasnya.
Tapi dia heran, hal serupa tidak berlaku untuk industri lain yang sudah membantuk memproduksi alkes itu. "Saya pake analogi kita ini kayak orang sakau. apa itu orang sakau? Kalau lagi sakau itu kita menyayat-nyayat badan kita sendiri. Hari ini kondisi bangsa dan negara ini lagi bermasalah dan ibu-ibu Kemenkes atau bapak-balak malah ikut menyayat-nyayat badan kita. Kenapa saya bilang seperti itu? Bagaimana tidak, kondisi di lapangan kita sedang kekurangan alat," ujarnya.
"Yang kedua kita sudah punya prototype alat-alatnya lengkap yang dalam ini Kemenristek dan BPPT dan semua LPNK siap, ready. Tapi hanya karena alasan prosedural, administrasi, sertifikasi kita menghambat diri kita sendiri menyelamatkan anak-anak bangsa hari ini korban Covid-19. Apa bedannya anda-anda semua di Kemenkes dan kita semua seperti orang kena penyakit sakau," tukas Maman.
Politikus Partai Golkar ini mengaku bingung, karena alkes ini bisa diproduksi sendiri, dilegitimasi oleh Kemenkes yang merupakan bagian dari negara ini, aturannya pun dibuat sendiri, tetapi aturan itu justru menghambat produksi alkes di dalam negeri. Jangan sampai karena urusan administratif membuat negara ini terlambat menangani pandemi ini.
"Jangan sampai hari ini Covid-19 sudah lewat anda baru ujug-ujug keluarkan izin-izinnya. Di mana nalar kita hari ini, nalar publik ini dipertanyakan loh pak," tegasnya.
Lihat Juga :