Tekan Penyebaran Corona di Masyarakat Perlu Dimulai dari Para Tokoh Lokal
Kamis, 01 Oktober 2020 - 16:02 WIB
loading...
A
A
A
"Nah, pentingnya role model ini adalah supaya masyarakat adanya satu kesatuan 'oh jadi yang bener tuh seperti ini toh'," tegasnya.
Namun kata Turro, jika tidak didahului oleh misalnya para tokoh seperti pimpinan daerah untuk melakukan perubahan perilaku seperti tidak memakai masker maka, masyarakat akan acuh.
"Kalau sampai masyarakat melihat pemimpin katakanlah pejabat dari Pemerintah Daerahnya kalau rapat itu enggak pakai masker, maka mereka akan berpikir kayaknya enggak terlalu perlu. Karena lihat aja itu, bapak pejabat atau ibu pejabat kalau ngomong itu deket-deketan itu nggak pakai masker. Nah ini kan bahaya nih kalau begini," papar Turro.
Selain itu Turro mengatakan, pendekatan yang saat ini dilakukan oleh Satgas adalah pertama melihat dari masing-masing wilayah dan masing-masing komunitas.
"Karena komunitas macam-macam, ada komunitas adat, jadi komunitas yang budayanya sama seperti suku Jawa, Sunda dan lain-lain," jelasnya..
"Kemudian ada komunitas pekerjaan, kumpulan dokter-dokter gitu, kemudian kumpulan ekonom atau yang lainnya. Ada lagi komunitas yang berdasarkan hobi. Ini masing-masing mempunyai karakteristik tersendiri. Dan mempunyai leader atau orang-orang yang dianggap penting yang bisa mempengaruhi," ungkapnya.
Namun kata Turro, jika tidak didahului oleh misalnya para tokoh seperti pimpinan daerah untuk melakukan perubahan perilaku seperti tidak memakai masker maka, masyarakat akan acuh.
"Kalau sampai masyarakat melihat pemimpin katakanlah pejabat dari Pemerintah Daerahnya kalau rapat itu enggak pakai masker, maka mereka akan berpikir kayaknya enggak terlalu perlu. Karena lihat aja itu, bapak pejabat atau ibu pejabat kalau ngomong itu deket-deketan itu nggak pakai masker. Nah ini kan bahaya nih kalau begini," papar Turro.
Selain itu Turro mengatakan, pendekatan yang saat ini dilakukan oleh Satgas adalah pertama melihat dari masing-masing wilayah dan masing-masing komunitas.
"Karena komunitas macam-macam, ada komunitas adat, jadi komunitas yang budayanya sama seperti suku Jawa, Sunda dan lain-lain," jelasnya..
"Kemudian ada komunitas pekerjaan, kumpulan dokter-dokter gitu, kemudian kumpulan ekonom atau yang lainnya. Ada lagi komunitas yang berdasarkan hobi. Ini masing-masing mempunyai karakteristik tersendiri. Dan mempunyai leader atau orang-orang yang dianggap penting yang bisa mempengaruhi," ungkapnya.
Lihat Juga :