Wacana Jokowi Jadi Sekjen PBB, Pengamat: Jabatan Presiden Masih 4 Tahun Lagi

Minggu, 27 September 2020 - 01:01 WIB
loading...
Wacana Jokowi Jadi Sekjen...
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Foto/Antara/Sigid Kurniawan
A A A
JAKARTA - Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi sorotan banyak pihak di Tanah Air. Bahkan, pianis, Ananda Sukarlan yang mengusulkan agar Jokowi menjadi Sekjen PBB, usulan ini pun diamini komposer Addie MS dan juga warganet.

Menanggapi hal itu, Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio mengaku bingung kenapa Ananda Sukarlan, Addie MS dan kawan-kawannya itu mendorong Jokowi menjadi Sekjen PBB. Padahal, masa jabatan Jokowi sebagai Presiden masih 4 tahun lagi.

“Kenapa sih mereka mau buru-buru pak Jokowi jadi Sekjen PBB, kan Jokowi masih sampai 2024, itu ngaco tuh Addie MS dan kawan-kawan,” kata pria yang akrab disapa Hensat kepada SINDO Media, Sabtu (26/9/2020 ). (Baca juga; Jokowi Disebut The Next Sekjen PBB, Media Sosial Banjir Komentar )

Menurut Hensat, semestinya mereka sebagai pendukung Jokowi ini dapat menghargai sampai tugasnya jadi Presiden selesai, jangan buru-buru mendorong Jokowi menjadi Sekjen PBB. Apalagi, banyak pekerjaan dan permasalahan yang harus diselesaikan oleh Jokowi.

“Lagi pula, masih banyak yang harus dikerjakan pak Jokowi terkait isu-isu internasional, COVID-19 ini salah satunya,” imbuh Hensat. (Baca juga; Jokowi The Next Sekjen PBB, Pengamat: Harapan yang Luar Biasa )

Karena itu, Direktur Eksekutif Kedai KOPI ini menyarankan kepada para pendukung Jokowi itu, untuk menghentikan kebiasaan dan watak mereka membuai tokoh yang didukungnya. Lebih baik mereka mendukung Jokowi menyelesaikan tugasnya sebagai kepala negara.

“Jadi menurut saya hentikanlah tabiat membuai-buai seperti itu, dukung pak Jokowi sampai usai menjadi presiden. Gitu ya, jadi jangan diarahkan sebagai hal-hal yang aneh dulu,” pinta Hensat.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhut-ITTO Perkuat...
Kemenhut-ITTO Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Hutan Lestari dan Industri Kayu Tropis
Prajurit TNI Kembali...
Prajurit TNI Kembali Gugur, DPR Minta PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL
Wakil Sekjen PBB Ikut...
Wakil Sekjen PBB Ikut Berduka Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia
SBY: PBB Harusnya Hentikan...
SBY: PBB Harusnya Hentikan Penugasan UNIFIL di Medan Perang yang Masih Membara
Lagi, 3 Prajurit TNI...
Lagi, 3 Prajurit TNI Terluka di Lebanon, Menlu Desak PBB Jamin Keamanan Penjaga Perdamaian
Di Balik Konflik AS–Israel...
Di Balik Konflik AS–Israel dan Iran: Perebutan Pengaruh di Timur Tengah
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Iran Surati Sekjen PBB:...
Iran Surati Sekjen PBB: Seluruh Pangkalan AS di Timur Tengah Jadi Target Sah!
Rekomendasi
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Berita Terkini
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved