Secara Moral Stafsus Andi Taufan Harus Mengundurkan Diri

Rabu, 15 April 2020 - 12:56 WIB
loading...
Secara Moral Stafsus...
Presiden Jokowi saat mengumumkan 7 Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial, Kamis (21/11/2019) sore. Foto/setkab.go.id.
A A A
JAKARTA - Tindakan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Andi Taufan Garuda Putra menandatangani surat untuk para camat di seluruh Indonesia dengan kop Sekretariat Kabinet yang berisi kerja sama program antara pemerintah dan PT Amartha Mikro Fintek terkait Relawan Desa Lawan Covid-19 dinilai sangat fatal. Mengingat, PT Amartha merupakan perusahaan yang didirikan Andi Taufan.

Direktur Eksekutif Parameter politik Indonesia Adi Prayitno menganggap, tindakan Andi Taufan sangat fatal dan terlihat amatiran. "Presiden harus tegas pecat. Atau secara moral yang bersangkutan mengundurkan diri tanpa harus dipecat," kata Adi saat dihubungi SINDOnews, Rabu (15/4/2020).

Adi menegaskan, seharusnya kehadiran para stafsus tak menjadi beban bagi Presiden Jokowi. Terlebih di tengah negara yang ingin keluar dari jeratan pandemi virus corona ini.

Adi memandang, sejak awal rekrutmen stafsus milenial menuai kritik dari publik karena profil mereka yang dianggap tak meyakinkan. Terutama, kematangan organisasi dan jam terbang politik yang sangat minim. Sehingga, tak heran jika mereka suka bikin kesalahan fatal yang dan tak masuk akal.

Untuk itu, Adi berharap harus ada audit dan transparansi terkait kop surat yang dikeluarkan nomor 003 tersebut. Ia patut menduga ada surat lain atas nama pribadi yang berlogo Seskab dengan nomor 001 dan 002 yang sudah dikeluarkan juga.

"Itu perlu dilacak ditujukan ke mana. Janganlah negara diurus suka-suka begini," ujar analis sosial politik asal UIN Jakarta ini.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda Putra meminta maaf atas surat yang dikirimkannya langsung kepada camat. Surat yang dimaksud adalah yang bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tentang kerja sama sebagai Relawan Desa Lawan Covid-19 dan ditujukan kepada camat seluruh Indonesia.

"Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut," tulis Andi dalam surat permohonan maafnya, Selasa (14/4/2020).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dilantik Jadi Kepala...
Dilantik Jadi Kepala KSP, Kekayaan Dudung Abdurachman Rp13,3 Miliar
Profil Dudung Abdurachman,...
Profil Dudung Abdurachman, Mantan KSAD dan Jenderal Kostrad yang Jadi Kepala Staf Kepresidenan
Ini 6 Pejabat Baru yang...
Ini 6 Pejabat Baru yang Dilantik Prabowo dalam Reshuffle Kabinet Jilid V
Tiba di Istana Jelang...
Tiba di Istana Jelang Pelantikan, Qodari: Presiden Minta Saya Bantu Komunikasi
KSP Sebut Penerima Manfaat...
KSP Sebut Penerima Manfaat Program MBG Tembus 61 Juta Orang
Presiden Prabowo Akan...
Presiden Prabowo Akan Bagikan 330.000 Smart TV untuk Sekolah di Indonesia
Stafsus Kemenkumham:...
Stafsus Kemenkumham: Ada Antrean Panjang WNA Pingin Jadi WNI
Kepala Staf Kepresidenan...
Kepala Staf Kepresidenan Qodari Optimistis KEK Batang Buka Lapangan Kerja
PKKMB Universitas Primakara,...
PKKMB Universitas Primakara, Stafsus Presiden Yovie Widianto Bagikan Pesan Khusus ke Maba
Rekomendasi
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Berita Terkini
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
10 Negara Terkuat di...
10 Negara Terkuat di Dunia 2025 secara Militer Versi GFP
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved