Prabowo Panggil Menhut hingga Kepala BMKG, Bahas Karhutla Musim Kemarau
Selasa, 28 Juli 2026 - 15:34 WIB
loading...
Menhut Raja Juli Antoni di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri hingga kepala lembaga ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Rapat itu untuk membahas pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jelang musim kemarau.
Berdasarkan pantauan di Kompleks Istana Kepresidenan, pejabat yang hadir antara lain, Menhut Raja Juli Antoni, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kabasarnas Marsda M Syafi'i.
Kemudian Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Kepala BRIN Arif Satria, dan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Baca juga: El Nino Menguat, BMKG: Waspadai Kekeringan, Karhutla, dan Angin Kencang hingga Awal Agustus 2026
"Saya dihubungi tadi pagi, kita akan ada ratas khusus tentang karhutla ya, kebakaran hutan dan lahan," kata Raja Juli kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Raja Juli menjelaskan, berdasarkan hasil prediksi BMKG, siklus El Nino terjadi lebih cepat. Karenanya, perlu ada upaya antisipasi yang dilakukan.
"Seperti kita ketahui siklus El Nino itu kan terjadi 4 tahunan. Dulu 2015, kemudian 2019, 2023 mestinya tahun depan, 2027. Tapi prediksi BMKG ini akan terjadi apa El Nino yang cepat, jadi awalnya mestinya 2027 akan terjadi tahun ini," ujar dia.
"Jadi kekeringannya datang lebih cepat ya, dan berakhirnya lebih lambat. Nah, itu tentu harus ada antisipasi dan terima kasih kepada Bapak Presiden yang justru apa namanya mengantisipasi ini, mengundang kami," lanjut dia.
Ia menilai, karhutla perlu dicegah karena bisa berdampak pada masyarakat. "Kita tahu ya Karhutla ini akibatnya dari segi kesehatan masyarakat kita kena ISPA, dari segi ekonomi bandara tutup misalkan dulu ya, sekolah tutup, pusat-pusat perekonomian berhenti. Jadi perlu sekali kita mengantisipasi Karhutla ini," jelas dia.
Berdasarkan pantauan di Kompleks Istana Kepresidenan, pejabat yang hadir antara lain, Menhut Raja Juli Antoni, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kabasarnas Marsda M Syafi'i.
Kemudian Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Kepala BRIN Arif Satria, dan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Baca juga: El Nino Menguat, BMKG: Waspadai Kekeringan, Karhutla, dan Angin Kencang hingga Awal Agustus 2026
"Saya dihubungi tadi pagi, kita akan ada ratas khusus tentang karhutla ya, kebakaran hutan dan lahan," kata Raja Juli kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Raja Juli menjelaskan, berdasarkan hasil prediksi BMKG, siklus El Nino terjadi lebih cepat. Karenanya, perlu ada upaya antisipasi yang dilakukan.
"Seperti kita ketahui siklus El Nino itu kan terjadi 4 tahunan. Dulu 2015, kemudian 2019, 2023 mestinya tahun depan, 2027. Tapi prediksi BMKG ini akan terjadi apa El Nino yang cepat, jadi awalnya mestinya 2027 akan terjadi tahun ini," ujar dia.
"Jadi kekeringannya datang lebih cepat ya, dan berakhirnya lebih lambat. Nah, itu tentu harus ada antisipasi dan terima kasih kepada Bapak Presiden yang justru apa namanya mengantisipasi ini, mengundang kami," lanjut dia.
Ia menilai, karhutla perlu dicegah karena bisa berdampak pada masyarakat. "Kita tahu ya Karhutla ini akibatnya dari segi kesehatan masyarakat kita kena ISPA, dari segi ekonomi bandara tutup misalkan dulu ya, sekolah tutup, pusat-pusat perekonomian berhenti. Jadi perlu sekali kita mengantisipasi Karhutla ini," jelas dia.
(rca)
Lihat Juga :