Teuku Riefky Diharapkan Jadi Figur Pemersatu Jelang Musda Demokrat Aceh
Senin, 27 Juli 2026 - 14:46 WIB
loading...
Teuku Riefky Harsya diharapkan mampu mengambil peran sebagai figur pemersatu menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Aceh. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Teuku Riefky Harsya diharapkan mampu mengambil peran sebagai figur pemersatu menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Aceh. Hal tersebut dikatakan oleh Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Usman Lamreung.
Usman menilai posisi Teuku Riefky sebagai salah satu tokoh senior Demokrat Aceh sekaligus pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat memberikan modal kuat untuk menjaga soliditas internal partai di tengah dinamika menjelang Musda.
"Teuku Riefky memiliki pengalaman politik yang panjang di tingkat nasional. Dengan kapasitas dan posisinya saat ini, beliau diharapkan mampu menjadi tokoh yang menenangkan situasi, menjembatani berbagai kepentingan kader, serta memastikan Musda berlangsung dalam suasana demokratis dan penuh persatuan," kata Usman Lamreung dihubungi wartawan, Senin (27/7/2026).
Baca juga: AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Menurut dia, kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan memenangkan kontestasi politik, tetapi juga dari kemampuan menjaga keutuhan organisasi setelah proses demokrasi berlangsung. Dia menambahkan, kedekatan historis Teuku Riefky dengan Presiden ke-6 Republik Indonesia sekaligus tokoh Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan bagian penting dari perjalanan politiknya.
Akan tetapi, tantangan yang dihadapi saat ini jauh lebih besar dibanding sekadar menjaga hubungan historis tersebut. "Ke depan, fokus utama adalah membangun regenerasi kepemimpinan dengan melahirkan kader-kader Demokrat Aceh yang memiliki kapasitas, integritas, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan partai,” ujarnya.
“Hal ini sejalan dengan arahan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang secara tegas menginstruksikan seluruh kader Partai Demokrat untuk senantiasa menjalankan politik yang bersih, cerdas, dan santun, serta melarang keras segala bentuk fitnah maupun tindakan yang dapat memecah belah persatuan," sambungnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tentu menginginkan Demokrat Aceh tetap menjadi salah satu kekuatan politik yang solid dan berkontribusi bagi partai di tingkat nasional. Dikatakannya, hubungan historis yang telah terbangun antara Partai Demokrat dengan masyarakat Aceh sejak era kepemimpinan SBY harus menjadi modal untuk memperkuat organisasi melalui konsolidasi dan kaderisasi.
"Netralitas bukan berarti tidak memiliki sikap. Justru itu merupakan bentuk tanggung jawab agar seluruh proses organisasi berjalan secara adil, demokratis, dan bermartabat. Kehadiran figur pemersatu sangat penting agar kompetisi tidak berkembang menjadi konflik internal," imbuhnya.
Menurut Usman, Musda Demokrat Aceh seharusnya tidak hanya dipahami sebagai agenda memilih ketua baru, tetapi juga menjadi momentum memperkuat organisasi dan menyatukan seluruh kader. Dia menambahkan, siapa pun yang terpilih nanti harus menjadi pemimpin bagi seluruh kader, bukan hanya bagi kelompok pendukungnya.
“Karena itu, peran Teuku Riefky sebagai figur pemersatu menjadi sangat penting untuk memastikan musda berjalan dalam koridor demokrasi dan kepentingan jangka panjang Partai Demokrat," pungkasnya.
Usman menilai posisi Teuku Riefky sebagai salah satu tokoh senior Demokrat Aceh sekaligus pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat memberikan modal kuat untuk menjaga soliditas internal partai di tengah dinamika menjelang Musda.
"Teuku Riefky memiliki pengalaman politik yang panjang di tingkat nasional. Dengan kapasitas dan posisinya saat ini, beliau diharapkan mampu menjadi tokoh yang menenangkan situasi, menjembatani berbagai kepentingan kader, serta memastikan Musda berlangsung dalam suasana demokratis dan penuh persatuan," kata Usman Lamreung dihubungi wartawan, Senin (27/7/2026).
Baca juga: AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Menurut dia, kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan memenangkan kontestasi politik, tetapi juga dari kemampuan menjaga keutuhan organisasi setelah proses demokrasi berlangsung. Dia menambahkan, kedekatan historis Teuku Riefky dengan Presiden ke-6 Republik Indonesia sekaligus tokoh Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan bagian penting dari perjalanan politiknya.
Akan tetapi, tantangan yang dihadapi saat ini jauh lebih besar dibanding sekadar menjaga hubungan historis tersebut. "Ke depan, fokus utama adalah membangun regenerasi kepemimpinan dengan melahirkan kader-kader Demokrat Aceh yang memiliki kapasitas, integritas, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan partai,” ujarnya.
“Hal ini sejalan dengan arahan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang secara tegas menginstruksikan seluruh kader Partai Demokrat untuk senantiasa menjalankan politik yang bersih, cerdas, dan santun, serta melarang keras segala bentuk fitnah maupun tindakan yang dapat memecah belah persatuan," sambungnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tentu menginginkan Demokrat Aceh tetap menjadi salah satu kekuatan politik yang solid dan berkontribusi bagi partai di tingkat nasional. Dikatakannya, hubungan historis yang telah terbangun antara Partai Demokrat dengan masyarakat Aceh sejak era kepemimpinan SBY harus menjadi modal untuk memperkuat organisasi melalui konsolidasi dan kaderisasi.
"Netralitas bukan berarti tidak memiliki sikap. Justru itu merupakan bentuk tanggung jawab agar seluruh proses organisasi berjalan secara adil, demokratis, dan bermartabat. Kehadiran figur pemersatu sangat penting agar kompetisi tidak berkembang menjadi konflik internal," imbuhnya.
Menurut Usman, Musda Demokrat Aceh seharusnya tidak hanya dipahami sebagai agenda memilih ketua baru, tetapi juga menjadi momentum memperkuat organisasi dan menyatukan seluruh kader. Dia menambahkan, siapa pun yang terpilih nanti harus menjadi pemimpin bagi seluruh kader, bukan hanya bagi kelompok pendukungnya.
“Karena itu, peran Teuku Riefky sebagai figur pemersatu menjadi sangat penting untuk memastikan musda berjalan dalam koridor demokrasi dan kepentingan jangka panjang Partai Demokrat," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :