Harga Pangan Naik saat Sekolah Dimulai dan MBG Bergulir Lagi, Ekonom: Sinyal Positif bagi Ekonomi Rakyat
Jum'at, 24 Juli 2026 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan yang sama, Imamudin juga menaruh harapan besar kepada jajaran baru Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, kepengurusan baru harus mampu menjawab berbagai sorotan publik terhadap tata kelola Program MBG.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari integritas pengelolaan anggaran serta kualitas pelayanan yang diberikan.
"Kepengurusan BGN yang baru harus membuktikan kinerja yang lebih baik dan mampu menghilangkan praktik korupsi maupun rent seeking yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Itu hanya bisa dilakukan melalui kerja yang lebih efisien, penggunaan anggaran yang transparan dan akuntabel, kualitas hidangan yang semakin baik, serta tata kelola yang profesional," ujarnya.
Ke depan, Imamudin memandang MBG memiliki potensi besar menjadi instrumen pembangunan ekonomi nasional apabila dikelola secara konsisten dari hulu hingga hilir. Ia menjelaskan, penyediaan bahan pangan yang terintegrasi akan memperkuat sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga industri pengolahan pangan dalam negeri.
Dengan demikian, manfaat MBG tidak hanya berhenti pada peningkatan kualitas gizi anak-anak sekolah, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi rakyat secara berkelanjutan. "Program MBG dapat menjadi instrumen ekonomi yang menggerakkan ekonomi rakyat di seluruh Indonesia dengan syarat memiliki tata kelola yang transparan, akuntabel, dan andal," ujarnya.
"Persiapan bahan pangan harus dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir sehingga mampu memperkuat ekonomi pertanian dan industri pengolahan pangan. Pada akhirnya, kualitas gizi anak meningkat, masyarakat lebih sehat, ekonomi rakyat tumbuh seimbang, dan cita-cita mewujudkan perekonomian Indonesia yang adil dan makmur dapat semakin mendekati kenyataan," tandasnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari integritas pengelolaan anggaran serta kualitas pelayanan yang diberikan.
"Kepengurusan BGN yang baru harus membuktikan kinerja yang lebih baik dan mampu menghilangkan praktik korupsi maupun rent seeking yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Itu hanya bisa dilakukan melalui kerja yang lebih efisien, penggunaan anggaran yang transparan dan akuntabel, kualitas hidangan yang semakin baik, serta tata kelola yang profesional," ujarnya.
Ke depan, Imamudin memandang MBG memiliki potensi besar menjadi instrumen pembangunan ekonomi nasional apabila dikelola secara konsisten dari hulu hingga hilir. Ia menjelaskan, penyediaan bahan pangan yang terintegrasi akan memperkuat sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga industri pengolahan pangan dalam negeri.
Dengan demikian, manfaat MBG tidak hanya berhenti pada peningkatan kualitas gizi anak-anak sekolah, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi rakyat secara berkelanjutan. "Program MBG dapat menjadi instrumen ekonomi yang menggerakkan ekonomi rakyat di seluruh Indonesia dengan syarat memiliki tata kelola yang transparan, akuntabel, dan andal," ujarnya.
"Persiapan bahan pangan harus dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir sehingga mampu memperkuat ekonomi pertanian dan industri pengolahan pangan. Pada akhirnya, kualitas gizi anak meningkat, masyarakat lebih sehat, ekonomi rakyat tumbuh seimbang, dan cita-cita mewujudkan perekonomian Indonesia yang adil dan makmur dapat semakin mendekati kenyataan," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :