Perludem Usulkan MMP, Partai Perindo Sebut Jadi Alternatif Solutif Reformasi Pemilu

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:46 WIB
loading...
Perludem Usulkan MMP,...
Sekjen DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah dalam Roundtable Meeting bersama partai politik yang diselenggarakan Perludem di Jakarta, Rabu (22/7/2026). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kesenjangan antara perolehan suara partai politik dan distribusi kursi di parlemen dinilai masih menjadi tantangan dalam sistem pemilu Indonesia. Kondisi tersebut mendorong munculnya usulan penerapan Mixed Member Proportional (MMP) sebagai salah satu alternatif reformasi untuk meningkatkan proporsionalitas hasil pemilu dan kualitas representasi politik.

Gagasan itu mengemuka dalam Roundtable Meeting bersama partai politik yang diselenggarakan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi ( Perludem ) di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Forum tersebut dihadiri perwakilan berbagai partai politik untuk membahas alternatif reformasi sistem pemilu dalam revisi Undang-Undang Pemilu, termasuk penerapan sistem MMP.

Direktur Eksekutif Perludem Heroik M. Pratama mengatakan, salah satu persoalan mendasar yang perlu dijawab dalam reformasi sistem pemilu adalah masih tingginya disproporsionalitas hasil pemilu. Menurut dia, persoalan tersebut masih terjadi meski Indonesia telah menerapkan sistem proporsional terbuka sejak Pemilu 2009.

Baca Juga: Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan

"Salah satu persoalan utama yang ingin kita jawab adalah proporsionalitas hasil pemilu kita. Yang menjadi masalah selama ini, padahal sistem pemilu kita proporsional," kata Heroik di sela acara.

Heroik menilai pembahasan reformasi sistem pemilu tidak seharusnya hanya berkutat pada pilihan antara sistem proporsional terbuka dan proporsional tertutup. Dia mengatakan masih terdapat alternatif lain yang dapat dipertimbangkan untuk menjawab persoalan tersebut.
Perludem Usulkan MMP, Partai Perindo Sebut Jadi Alternatif Solutif Reformasi Pemilu

"Di antara pilihan-pilihan sistem pemilu, ada sistem pemilu lain, yaitu sistem pemilu campuran yang kemudian itu bisa dijadikan salah satu opsi. Kami memberikan satu alternatif pilihan, khususnya kepada pembentuk undang-undang dan juga publik untuk melihat sistem pemilu ini," ujarnya.

Menanggapi usulan tersebut, Partai Perindo mengapresiasi Perludem bersama koalisi masyarakat sipil yang terus mendorong diskusi mengenai MMP, khususnya sebagai masukan bagi pembentuk undang-undang. Partai Perindo juga menyatakan terbuka terhadap pembahasan MMP sebagai salah satu alternatif reformasi sistem pemilu di Indonesia.

"Prinsipnya, MMP dapat menjadi salah satu alternatif dalam reformasi sistem pemilu. Namun, perubahan sistem harus mampu memperkuat kualitas representasi politik, meningkatkan proporsionalitas hasil pemilu, memperkuat kelembagaan partai politik, serta menyelesaikan persoalan yang ada tanpa menimbulkan hambatan politik baru," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah seusai acara.

Ferry menegaskan, MMP tidak dapat dipandang sebagai solusi yang berdiri sendiri dalam reformasi sistem pemilu. Menurut dia, pembahasannya harus dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan desain sistem serta implementasinya dalam konteks Indonesia.

"Penilaian terhadap MMP perlu didasarkan pada desain serta implementasinya dalam konteks Indonesia. Karena itu, pembahasannya tidak cukup hanya melihat perubahan sistem, tetapi juga harus memastikan reformasi tersebut benar-benar mampu memperkuat kualitas representasi politik dan proporsionalitas hasil pemilu," kata mantan Komisioner KPU RI ini.

Selain itu, Ferry menilai pembahasan MMP tidak dapat dipisahkan dari pengaturan parliamentary threshold, proporsi kursi distrik dan kursi kompensasi, serta mekanisme konversi suara menjadi kursi. Menurut dia, seluruh elemen tersebut harus dirancang sebagai satu kesatuan agar menghasilkan sistem pemilu yang lebih proporsional dan menjaga kompetisi politik yang sehat.



"Penguatan kelembagaan partai melalui MMP juga perlu diikuti dengan mekanisme penyusunan daftar calon yang transparan dan demokratis. Di saat yang sama, desain daerah pemilihan harus mempertimbangkan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan agar keterwakilan wilayah dan hubungan antara wakil rakyat dengan konstituennya tetap terjaga," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
Rekomendasi
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Tim Pelajar Indonesia...
Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Serial My Chef In Crime...
Serial My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+, Gabungkan Misteri Kriminal dengan Dunia Kuliner
Berita Terkini
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Penipuan Kursus Bahasa...
Penipuan Kursus Bahasa Arab dengan Bonus Umrah Dilaporkan ke Bareskrim, Korban Rugi Ratusan Juta
Apresiasi Kejagung Tegas...
Apresiasi Kejagung Tegas Panggil Eks Jampidsus, Sahroni: Bukti Kejaksaan Tidak Main-main!
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved