Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Selasa, 21 Juli 2026 - 09:27 WIB
loading...
A
A
A
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat (Jabar) 1 ini mengatakan, keberadaan Giuseppe Garibaldi juga akan menjadi sarana pembelajaran menuju modernisasi kekuatan laut Indonesia dalam jangka panjang.
"Kita harus melihat hibah ini sebagai investasi strategis. Selain memperkuat kemampuan operasi maritim, kapal ini menjadi laboratorium berjalan bagi pelaut, teknisi, peneliti, hingga industri pertahanan nasional untuk mempelajari teknologi kapal induk. Pengalaman seperti ini tidak bisa diperoleh hanya melalui pendidikan di kelas."
Nurul menambahkan, Indonesia memang belum membutuhkan kapal induk berukuran besar seperti yang dimiliki Amerika Serikat. Namun, platform seperti Giuseppe Garibaldi dinilai sesuai dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara maritim yang mengutamakan perlindungan wilayah, operasi gabungan, serta misi kemanusiaan.
"Yang kita perlukan bukan kemampuan proyeksi kekuatan untuk menyerang negara lain, melainkan kemampuan menjaga laut Indonesia, memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman nontradisional maupun bencana. Dalam konteks itulah kapal ini memiliki nilai strategis bagi Indonesia," kata Nurul.
Sebelumnya, Komisi I DPR RI menyetujui penerimaan hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia senilai 54.022.426,67 euro atau sekitar Rp1,1 triliun. Pemerintah menyebut proses penerimaan kapal telah mencapai sekitar 76 persen dan menargetkan kapal tersebut tiba di Indonesia pada September 2026.
"Kita harus melihat hibah ini sebagai investasi strategis. Selain memperkuat kemampuan operasi maritim, kapal ini menjadi laboratorium berjalan bagi pelaut, teknisi, peneliti, hingga industri pertahanan nasional untuk mempelajari teknologi kapal induk. Pengalaman seperti ini tidak bisa diperoleh hanya melalui pendidikan di kelas."
Nurul menambahkan, Indonesia memang belum membutuhkan kapal induk berukuran besar seperti yang dimiliki Amerika Serikat. Namun, platform seperti Giuseppe Garibaldi dinilai sesuai dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara maritim yang mengutamakan perlindungan wilayah, operasi gabungan, serta misi kemanusiaan.
"Yang kita perlukan bukan kemampuan proyeksi kekuatan untuk menyerang negara lain, melainkan kemampuan menjaga laut Indonesia, memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman nontradisional maupun bencana. Dalam konteks itulah kapal ini memiliki nilai strategis bagi Indonesia," kata Nurul.
Sebelumnya, Komisi I DPR RI menyetujui penerimaan hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia senilai 54.022.426,67 euro atau sekitar Rp1,1 triliun. Pemerintah menyebut proses penerimaan kapal telah mencapai sekitar 76 persen dan menargetkan kapal tersebut tiba di Indonesia pada September 2026.
(zik)
Lihat Juga :