Prabowo: Gaji Hakim Naik Hampir 300%, Lebih Tinggi dari Singapura
Senin, 20 Juli 2026 - 19:19 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan di era pemerintahannya telah menaikkan gaji hakim hampir 300% setelah tidak mengalami penyesuaian selama 12 tahun. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan di era pemerintahannya telah menaikkan gaji hakim hampir 300% setelah tidak mengalami penyesuaian selama 12 tahun. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan aparat peradilan sekaligus menjaga integritas lembaga peradilan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Dia mengatakan kenaikan gaji hakim ini lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara kawasan seperti Singapura.
Baca juga: Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi Jelang 2 Tahun Pemerintahan
“Gaji hakim yang telah 12 tahun tidak naik kita telah naikkan untuk berapa jenjang naiknya hampir 300%, 280%. Sudah saya umumkan kemarin, Ketua Mahkamah Agung melapor ke saya bahwa Ketua Mahkamah Agung Singapura cerita kepada dia Ketua Mahkamah Agung Indonesia bahwa gaji ketua penerimaan Ketua Mahkamah Agung Indonesia sudah di atas Ketua Mahkamah Agung Singapura,” ungkapnya.
Bahkan, rata-rata gaji hakim junior di Indonesia lebih tinggi dibandingkan hakim junior Malaysia. “Dan juga gaji rata-rata hakim Indonesia yang paling junior sudah di atas gaji rata-rata hakim junior Malaysia. Lumayan juga. Kita ingin hakim-hakim kita hidup baik,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga memerintahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait agar membangun rumah bagi hakim dan aparatur peradilan.
“Saya juga perintahkan Menteri Perumahan prioritaskan rumah-rumah untuk Hakim di seluruh Indonesia, Hakim Panitera dan petugas mahkamah. Saya kira tidak sampai 9.000 orang, jadi bisa diprioritaskan untuk mereka,” katanya.
Menurut dia, peningkatan kesejahteraan hakim merupakan langkah penting untuk menjaga kehormatan dan independensi lembaga peradilan. Dia berharap para hakim dapat menjalankan tugas tanpa tekanan maupun godaan praktik suap.
“Kita tidak mau gaji hakim kita hidupnya tidak bagus. Kita tidak mau Hakim kita tidak punya harga diri. Kita tidak mau Hakim kita tidak punya kehormatan. Kita tidak mau Hakim kita bisa disogok,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Dia mengatakan kenaikan gaji hakim ini lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara kawasan seperti Singapura.
Baca juga: Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi Jelang 2 Tahun Pemerintahan
“Gaji hakim yang telah 12 tahun tidak naik kita telah naikkan untuk berapa jenjang naiknya hampir 300%, 280%. Sudah saya umumkan kemarin, Ketua Mahkamah Agung melapor ke saya bahwa Ketua Mahkamah Agung Singapura cerita kepada dia Ketua Mahkamah Agung Indonesia bahwa gaji ketua penerimaan Ketua Mahkamah Agung Indonesia sudah di atas Ketua Mahkamah Agung Singapura,” ungkapnya.
Bahkan, rata-rata gaji hakim junior di Indonesia lebih tinggi dibandingkan hakim junior Malaysia. “Dan juga gaji rata-rata hakim Indonesia yang paling junior sudah di atas gaji rata-rata hakim junior Malaysia. Lumayan juga. Kita ingin hakim-hakim kita hidup baik,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga memerintahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait agar membangun rumah bagi hakim dan aparatur peradilan.
“Saya juga perintahkan Menteri Perumahan prioritaskan rumah-rumah untuk Hakim di seluruh Indonesia, Hakim Panitera dan petugas mahkamah. Saya kira tidak sampai 9.000 orang, jadi bisa diprioritaskan untuk mereka,” katanya.
Menurut dia, peningkatan kesejahteraan hakim merupakan langkah penting untuk menjaga kehormatan dan independensi lembaga peradilan. Dia berharap para hakim dapat menjalankan tugas tanpa tekanan maupun godaan praktik suap.
“Kita tidak mau gaji hakim kita hidupnya tidak bagus. Kita tidak mau Hakim kita tidak punya harga diri. Kita tidak mau Hakim kita tidak punya kehormatan. Kita tidak mau Hakim kita bisa disogok,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :