Prabowo Apresiasi Panen Raya Inisiasi TNI Serentak di 43 Titik Seluruh Indonesia
Jum'at, 17 Juli 2026 - 17:51 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi panen raya TNI serentak di 43 titik seluruh Indonesia dari Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Foto: YouTube Setpres
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi panen raya TNI serentak di 43 titik seluruh Indonesia dari Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Prabowo mengatakan bahwa panen raya ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan merupakan gerakan yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa.
“Kita bersyukur atas segala kebaikan, karunia, berkah dan kedamaian yang diberikan kepada kita atas kesehatan dan nafas yang masih diberikan sehingga kita dapat berkumpul sore hari ini dalam acara yang sangat membanggakan dan membahagiakan yaitu panen raya TNI dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional. Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia,” kata Prabowo mengawali sambutannya.
Prabowo mengatakan bahwa kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa. “Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa.”
Baca juga: Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Ditolak, KPK Ungkap Alasannya
Kemudian, Prabowo pun mengapresiasi semua komponen yang telah mendukung program ketahanan pangan. Prabowo menceritakan bahwa dua bulan lalu tepatnya 16 Mei 2026, dia menyaksikan panen raya jagung bersama Polri. “Hari ini kita menyaksikan penilaian TNI, ada tebu, ada keledai, ada padi, ini menunjukkan bahwa TNI Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara. Tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia.”
Pada kesempatan itu, Prabowo mengatakan bahwa TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri, kata Prabowo, harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah kesulitan. “Rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri selama di rakyat yang hidupnya susah itu adalah kewajiban semua komponen untuk bersatu untuk bahu berbuat langkah-langkahnya benar, langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu.”
“Saya bangga hari ini, dan saya bangga beberapa minggu-minggu ini. Saya melihat kerja keras semua unsur menteri-menteri, Panglima, Kapolri, semua unsur bekerja dengan gesit, tidak istirahat,” pungkasnya.
“Kita bersyukur atas segala kebaikan, karunia, berkah dan kedamaian yang diberikan kepada kita atas kesehatan dan nafas yang masih diberikan sehingga kita dapat berkumpul sore hari ini dalam acara yang sangat membanggakan dan membahagiakan yaitu panen raya TNI dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional. Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia,” kata Prabowo mengawali sambutannya.
Prabowo mengatakan bahwa kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa. “Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa.”
Baca juga: Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Ditolak, KPK Ungkap Alasannya
Kemudian, Prabowo pun mengapresiasi semua komponen yang telah mendukung program ketahanan pangan. Prabowo menceritakan bahwa dua bulan lalu tepatnya 16 Mei 2026, dia menyaksikan panen raya jagung bersama Polri. “Hari ini kita menyaksikan penilaian TNI, ada tebu, ada keledai, ada padi, ini menunjukkan bahwa TNI Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara. Tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia.”
Pada kesempatan itu, Prabowo mengatakan bahwa TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri, kata Prabowo, harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah kesulitan. “Rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri selama di rakyat yang hidupnya susah itu adalah kewajiban semua komponen untuk bersatu untuk bahu berbuat langkah-langkahnya benar, langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu.”
“Saya bangga hari ini, dan saya bangga beberapa minggu-minggu ini. Saya melihat kerja keras semua unsur menteri-menteri, Panglima, Kapolri, semua unsur bekerja dengan gesit, tidak istirahat,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :