BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Kamis, 16 Juli 2026 - 23:55 WIB
loading...
Karhutla terjadi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, lahan seluas 14,8 hektare ludes terbakar. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah pada pertengahan Juli 2026. Peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur; Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan; serta Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Dalam laporan perkembangan situasi dan penanganan bencana per 16 Juli 2026, BNPB mencatat kebakaran lahan seluas kurang lebih dua hektare terjadi di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Selasa (14/7/2026).
BPBD Kabupaten Mojokerto bersama lintas instansi melakukan asesmen dan pemadaman dengan mengerahkan dua unit fire pumper dan dua unit water supply. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.45 WIB.
Baca juga: BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
Karhutla juga terjadi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada hari yang sama. Lahan yang terbakar tersebar di empat kelurahan, yakni 7,6 hektare di Kelurahan Cempaka, 5 hektare di Kelurahan Landasan Ulin Timur, 0,2 hektare di Kelurahan Guntung Manggis, dan 2 hektare di Kelurahan Landasan Ulin Tengah. Dengan demikian, total luas lahan yang terbakar di Banjarbaru mencapai 14,8 hektare.
BPBD Kota Banjarbaru bersama tim gabungan melakukan pemadaman di seluruh titik api. Berdasarkan laporan BPBD pada Rabu (15/7/2026), seluruh kebakaran di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan.
BNPB juga melaporkan kebakaran lahan di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Rabu, 15 Juli 2026. Luas lahan yang terbakar mencapai 2,42 hektare.
Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari DPKP Pos Penajam, DPKP Pos Petung, Brigade Karlabun Distan PPU, BPBD PPU, Polres PPU, Satpol PP, Koramil Penajam, serta Kapospol Petung. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama dan dipastikan tidak terjadi perluasan titik api.
Lihat video: Indonesia Darurat Karhutla, Jangan Sampai Peristiwa Karhutla 2015 Terjadi Lagi
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau sepanjang Juli 2026.
"Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada bulan Juli 2026 sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada periode musim kemarau," kata Abdul Muhari dalam laporannya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Abdul, beberapa wilayah di Indonesia memiliki hari tanpa hujan dengan tingkat menengah hingga ekstrem panjang, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Karena itu, Abdul mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama musim kemarau. Selain itu, BNPB juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau berlangsung.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di area bervegetasi kering, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini sebelum meluas," ujarnya
Dalam laporan perkembangan situasi dan penanganan bencana per 16 Juli 2026, BNPB mencatat kebakaran lahan seluas kurang lebih dua hektare terjadi di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Selasa (14/7/2026).
BPBD Kabupaten Mojokerto bersama lintas instansi melakukan asesmen dan pemadaman dengan mengerahkan dua unit fire pumper dan dua unit water supply. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.45 WIB.
Baca juga: BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
Karhutla juga terjadi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada hari yang sama. Lahan yang terbakar tersebar di empat kelurahan, yakni 7,6 hektare di Kelurahan Cempaka, 5 hektare di Kelurahan Landasan Ulin Timur, 0,2 hektare di Kelurahan Guntung Manggis, dan 2 hektare di Kelurahan Landasan Ulin Tengah. Dengan demikian, total luas lahan yang terbakar di Banjarbaru mencapai 14,8 hektare.
BPBD Kota Banjarbaru bersama tim gabungan melakukan pemadaman di seluruh titik api. Berdasarkan laporan BPBD pada Rabu (15/7/2026), seluruh kebakaran di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan.
BNPB juga melaporkan kebakaran lahan di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Rabu, 15 Juli 2026. Luas lahan yang terbakar mencapai 2,42 hektare.
Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari DPKP Pos Penajam, DPKP Pos Petung, Brigade Karlabun Distan PPU, BPBD PPU, Polres PPU, Satpol PP, Koramil Penajam, serta Kapospol Petung. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama dan dipastikan tidak terjadi perluasan titik api.
Lihat video: Indonesia Darurat Karhutla, Jangan Sampai Peristiwa Karhutla 2015 Terjadi Lagi
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau sepanjang Juli 2026.
"Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada bulan Juli 2026 sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada periode musim kemarau," kata Abdul Muhari dalam laporannya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Abdul, beberapa wilayah di Indonesia memiliki hari tanpa hujan dengan tingkat menengah hingga ekstrem panjang, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Karena itu, Abdul mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama musim kemarau. Selain itu, BNPB juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau berlangsung.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di area bervegetasi kering, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini sebelum meluas," ujarnya
(cip)
Lihat Juga :