Cetak Kades Berkualitas, Kemendagri Gelar Program Kepala Desa Masuk Kampus

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:46 WIB
loading...
Cetak Kades Berkualitas,...
Dirjen) Bina Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad Pidana Bolombo menutup Program Kepala Desa Masuk Kampus di UI Depok. Foto/SindoNews
A A A
DEPOK - Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) menutup rangkaian Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Universitas Indonesia (UI), Depok hari ini. Program tersebut diikuti kepala desa dari 32 provinsi dan akan dilanjutkan dengan pendampingan secara daring selama dua bulan guna memastikan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad Pidana Bolombo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan I yang telah dibuka sejak 30 Juni 2026.

"Hari ini itu rangkaian akhir kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan Kedua. Ini satu kesatuan sebetulnya dengan Angkatan Pertama yang sudah dibuka 30 Juni yang lalu. Hari ini adalah penutupan," kata La Ode, Kamis (16/7/2026).

Baca juga: Mendagri: Kades Harus Naik Kelas agar Desa Mandiri dan Bendung Urbanisasi

La Ode mengungkapkan, antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan sangat tinggi. Berdasarkan laporan tenaga pengajar dan panitia, para kepala desa merasa mendapat penghargaan karena diundang mengikuti pembelajaran di Universitas Indonesia.

"Antusiasme dari para peserta itu luar biasa. Mereka ada dari 32 provinsi. Alhamdulillah mereka merasa sebuah penghargaan, sebuah kehormatan mereka bisa dihadirkan oleh pemerintah pusat sebagai kepala desa hadir di salah satu kampus terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia," ujarnya.

La Ode menjelaskan, materi pelatihan tidak disusun secara umum, melainkan berdasarkan hasil survei dan identifikasi potensi unggulan desa sebelum peserta mengikuti kegiatan.

Lihat video: Kemendagri Minta Pemda Inovasi untuk Kualitas Pelayanan Publik Lebih Baik


"Jadi mereka ini, sebelum kita undang di kampus ini, kami bersama jajaran UI melakukan survei. Kita lakukan identifikasi dan penelitian di beberapa daerah sebagai sampel untuk menjadi rancangan modul dan bahan ajar di kampus ini," jelasnya.

Menurut Laode, materi yang diberikan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing desa, mulai dari sektor pariwisata dan ekowisata, digitalisasi pemerintahan, hingga pertanian, perkebunan, dan perikanan.

"Mereka datang berdasarkan karakteristik potensi unggulan yang ada di desa dan daerahnya masing-masing. Sehingga bahan ajar yang diberikan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan desa," katanya.

Usai pelatihan selama tiga hari, Kemendagri tidak langsung melepas para peserta. Seluruh kepala desa akan mendapatkan pendampingan secara daring selama dua bulan untuk memastikan hasil pelatihan dapat diterapkan.

"Ketika mereka pulang, kita lakukan asistensi kurang lebih dua bulan secara online. Kita pantau mereka, kita asistensi, kemudian kita evaluasi seberapa efektif hasil pembelajaran tadi. Lalu kita berikan guidance yang lebih aplikatif lagi," ujarnya.

La Ode menambahkan, penyusunan materi dilakukan berdasarkan hasil pemetaan kondisi desa sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

"Profiling desa dan karakteristik yang ada di desa masing-masing itu kita sesuaikan. Berdasarkan hasil survei dan wawancara di lapangan, lahirlah formula bahan ajar yang memang dirancang khusus untuk pembelajaran Kepala Desa Masuk Kampus," ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Tito Karnavian: Kemendagri...
Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS
Mendagri: Kades Harus...
Mendagri: Kades Harus Naik Kelas agar Desa Mandiri dan Bendung Urbanisasi
Mendagri Ingatkan Kepala...
Mendagri Ingatkan Kepala Desa Jaga Integritas dan Kuasai Manajemen Pemerintahan
Cak Imin Bangga, Luluk...
Cak Imin Bangga, Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI
Kaposwil Satgas PRR...
Kaposwil Satgas PRR Aceh Minta BPBD Percepat Pembangunan Huntap
Canangkan Gerakan Indonesia...
Canangkan Gerakan Indonesia Asri di Malang, Dirjen Bina Adwil Ajak Kepala Daerah Bebersih
Sabrina Chairunnisa...
Sabrina Chairunnisa Mundur dari S3 UI, Pilih Lanjut Kuliah di New York
Rekomendasi
Celuk Open 2026, Turnamen...
Celuk Open 2026, Turnamen Tenis yang Gaungkan Wellness
Benarkah Semua Orang...
Benarkah Semua Orang yang Datang ke Gunung Kawi Mencari Pesugihan?
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Berita Terkini
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Infografis
Guardiola Masuk Deretan...
Guardiola Masuk Deretan Pelatih Liga Inggris Gelar Terbanyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved