Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Rabu, 15 Juli 2026 - 22:57 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas selama sekitar 5 jam bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026). Foto/BPMI Setpres
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas selama sekitar 5 jam bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026). Dari pantauan SindoNews, para menteri mulai tiba sekitar pukul 15.05 WIB dan keluar sekitar pukul 20.00 WIB.
Ratas itu membahas penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Usai ratas, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan peran KDMP sebagai pusat penyaluran berbagai program bantuan pemerintah sekaligus penyerap hasil pertanian masyarakat desa.
Baca juga: Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
“Koperasi Desa Merah Putih itu adalah infrastrukturnya pemerintah, satu. Apa itu infrastruktur apa? Untuk menyampaikan barang-barang yang bantuan, bantu sosial, kemudian barang-barang subsidi, semua nanti melalui Koperasi Desa Merah Putih, tadi diputuskan sudah,” jelas Zulhas kepada awak media.
Selain menjadi sarana penyaluran bantuan pemerintah, Menko Pangan menjelaskan bahwa KDMP juga berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi pertanian masyarakat. Menurutnya, peran tersebut menjadi penting terutama ketika harga komoditas pertanian berada di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Nomor dua, dia sebagai offtaker kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain-lain di bawah harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah, maka koperasi dia bisa offtaker sebagai pembeli dari produk-produk pertanian yang sudah ditentukan harganya oleh pemerintah,” tuturnya.
Baca juga: Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menambahkan bahwa program KDMP diproyeksikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Menurutnya, keuntungan yang diperoleh koperasi akan kembali dirasakan oleh masyarakat dan turut meningkatkan pendapatan desa.
“Dari keuntungan itu ada 20% dari Kopdes itu akan menjadi pendapatan asli desa,” ungkapnya.
“Kopdes ini berhasil dan sukses karena ada efek positifnya kepada desa. Termasuk sisanya yang 80% akan kembali ke rakyat di desa itu,” sambungnya.
Sementara, sejumlah menteri yang hadir dalam ratas tersebut diantaranya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso.
Menteri Pekerja Umum Dody Hanggodo, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Menteri Investasi/Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (Waka BGN) Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Yusuf Ateh.
Ratas itu membahas penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Usai ratas, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan peran KDMP sebagai pusat penyaluran berbagai program bantuan pemerintah sekaligus penyerap hasil pertanian masyarakat desa.
Baca juga: Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
“Koperasi Desa Merah Putih itu adalah infrastrukturnya pemerintah, satu. Apa itu infrastruktur apa? Untuk menyampaikan barang-barang yang bantuan, bantu sosial, kemudian barang-barang subsidi, semua nanti melalui Koperasi Desa Merah Putih, tadi diputuskan sudah,” jelas Zulhas kepada awak media.
Selain menjadi sarana penyaluran bantuan pemerintah, Menko Pangan menjelaskan bahwa KDMP juga berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi pertanian masyarakat. Menurutnya, peran tersebut menjadi penting terutama ketika harga komoditas pertanian berada di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Nomor dua, dia sebagai offtaker kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain-lain di bawah harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah, maka koperasi dia bisa offtaker sebagai pembeli dari produk-produk pertanian yang sudah ditentukan harganya oleh pemerintah,” tuturnya.
Baca juga: Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menambahkan bahwa program KDMP diproyeksikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Menurutnya, keuntungan yang diperoleh koperasi akan kembali dirasakan oleh masyarakat dan turut meningkatkan pendapatan desa.
“Dari keuntungan itu ada 20% dari Kopdes itu akan menjadi pendapatan asli desa,” ungkapnya.
“Kopdes ini berhasil dan sukses karena ada efek positifnya kepada desa. Termasuk sisanya yang 80% akan kembali ke rakyat di desa itu,” sambungnya.
Sementara, sejumlah menteri yang hadir dalam ratas tersebut diantaranya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso.
Menteri Pekerja Umum Dody Hanggodo, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Menteri Investasi/Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (Waka BGN) Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Yusuf Ateh.
(shf)
Lihat Juga :