Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Rabu, 15 Juli 2026 - 21:38 WIB
loading...
A
A
A
Selain memberikan pelayanan terbaik, penyelenggara haji dan umrah juga memiliki tanggung jawab untuk membekali jamaah dengan pengetahuan yang memadai melalui pembinaan, manasik, dan edukasi yang berkualitas. Dengan bekal ilmu yang baik, jamaah diharapkan mampu menjalankan ibadah dengan benar, nyaman, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat.
Baca juga: Kemenhaj Siapkan Manasik Kesehatan untuk Jemaah Haji 2027
Wamenhaj juga mengajak para pelaku usaha untuk mulai melihat peluang yang lebih luas melalui diversifikasi usaha. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Arab Saudi tidak seharusnya hanya berfokus pada pengiriman jamaah Indonesia ke Tanah Suci, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi kerja sama yang saling menguntungkan melalui pariwisata dua arah (two-way tourism).
Penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah diharapkan dapat mengambil peran dalam menghadirkan wisatawan asal Arab Saudi untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Langkah tersebut dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru, memperkuat sektor pariwisata nasional, sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri haji dan umrah Indonesia.
Ketua Umum ASPHIRASI Amaludin Wahab menyampaikan, kehadiran Wamenhaj menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan pemerintah terhadap organisasi dan seluruh pelaku usaha haji dan umrah di Indonesia.
“Kami merasa terhormat dan bangga karena Mukernas III ASPHIRASI dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan asosiasi dalam membangun tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah yang semakin profesional serta berorientasi pada kepentingan jamaah,” ujarnya, dikutip Rabu (15/7/2026).
Baca juga: Kemenhaj Siapkan Manasik Kesehatan untuk Jemaah Haji 2027
Wamenhaj juga mengajak para pelaku usaha untuk mulai melihat peluang yang lebih luas melalui diversifikasi usaha. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Arab Saudi tidak seharusnya hanya berfokus pada pengiriman jamaah Indonesia ke Tanah Suci, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi kerja sama yang saling menguntungkan melalui pariwisata dua arah (two-way tourism).
Penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah diharapkan dapat mengambil peran dalam menghadirkan wisatawan asal Arab Saudi untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Langkah tersebut dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru, memperkuat sektor pariwisata nasional, sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri haji dan umrah Indonesia.
Ketua Umum ASPHIRASI Amaludin Wahab menyampaikan, kehadiran Wamenhaj menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan pemerintah terhadap organisasi dan seluruh pelaku usaha haji dan umrah di Indonesia.
“Kami merasa terhormat dan bangga karena Mukernas III ASPHIRASI dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan asosiasi dalam membangun tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah yang semakin profesional serta berorientasi pada kepentingan jamaah,” ujarnya, dikutip Rabu (15/7/2026).
Lihat Juga :