Tingkatkan Kualitas Wakaf, BWI Dorong Sertifikasi Nazir secara Masif

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:20 WIB
loading...
Tingkatkan Kualitas...
Ketua Badan Pelaksana BWI Kamaruddin Amin mendorong sertifikasi nazir secara masif guna meningkatkan kualitas perwakafan. Foto/SIndoNews
A A A
JAKARTA - Badan Wakaf Indonesia (BWI) resmi meluncurkan arah baru kebijakan perwakafan nasional. BWI menekankan urgensi integrasi agenda nasional dan modernisasi Nazir guna menutup celah lebar antara potensi besar wakaf dengan aktualisasi ekonomi yang ada.

Peluncuran tersebut dilakukan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 bertajuk "Wakaf Berdampak dan Berkelanjutan" pada Rabu-Kamis, (15-16/7/2026). Pertemuan strategis tersebut diikuti 536 pengurus dari tingkat Pusat hingga Kabupaten/Kota ini.

Ketua Badan Pelaksana BWI Kamaruddin Amin mengungkapkan kegelisahannya atas pengelolaan wakaf di Indonesia yang selama ini masih terjebak pada instrumen konvensional. Kamaruddin menegaskan wakaf harus bertransformasi menjadi pilar ekonomi produktif yang inovatif.

Baca juga: Meningkat! Kesadaran Berwakaf Umat Tumbuh 6 Persen Per Tahun

"Kita menghadapi gap yang sangat besar antara potensi dan aktualisasi. Dinamika perwakafan nasional harus segera beradaptasi dengan tantangan sosial-ekonomi. Ke depan, diversifikasi instrumen wakaf ke sektor bisnis produktif adalah keharusan. Wakaf tidak boleh lagi hanya dipandang secara statis, tapi harus dikelola secara profesional untuk kesejahteraan anak bangsa," katanya.

Kamaruddin juga menyoroti keterbatasan otoritas lembaga yang ada saat ini dan mendorong percepatan revisi Undang-Undang Wakaf tahun depan. Selain itu, Kamaruddin menginstruksikan langkah afirmatif berupa sertifikasi massal bagi Nazir di seluruh Indonesia. "Nazir adalah aktor sentral. Tanpa peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi, kualitas perwakafan kita tidak akan beranjak naik," tambahnya.

Lihat video: Kebahagiaan Jemaah Haji Aceh: Terima Dana Wakaf Baitul Asyi 2.000 Riyal


Sekretaris BWI Anas Nasihin menekankan keberhasilan transformasi ini bergantung pada integrasi agenda kerja antara pusat dan daerah yang selama ini masih terfragmentasi (terpecah-pecah). Rakernas ini disebutnya sebagai jembatan untuk menyatukan visi seluruh divisi di daerah melalui penguatan konsolidasi nasional.

"Ini adalah era baru bagi BWI. Kita harus mensyukuri kemajuan IT bukan sekadar sebagai alat komunikasi, tapi sebagai instrumen untuk menyambungkan semua agenda nasional yang selama ini terpisah. Tidak ada lagi sekat jarak atau keterbatasan kuota fisik bagi pengurus daerah untuk berkontribusi," ujarnya.

Anas menggarisbawahi keterlibatan aktif seluruh lini kepengurusan adalah kunci. "Kami melibatkan seluruh elemen sesuai tugas dan fungsinya (tusi) agar rencana kerja ke depan benar-benar matang dan terintegrasi. Dengan koordinasi daring yang intensif, gagasan solutif untuk memecahkan problem administrasi dan peruntukan wakaf di masyarakat dapat segera kita eksekusi bersama," lanjutnya.

KPI Kepala Daerah dan Proyek Binaan Sebagai rencana aksi nyata, BWI menetapkan tiga target utama yang harus dikejar oleh pengurus di seluruh Indonesia:

Sertifikasi Nazir secara Nasional yakni, memberdayakan Nazir melalui pelatihan teknis dan sertifikasi kompetensi guna menjamin pengelolaan aset wakaf yang amanah dan menguntungkan.

Wakaf Masuk KPI Pemerintah Daerah dengan mendorong Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk menjadikan kesuksesan pengelolaan wakaf sebagai Indikator Kinerja Utama (KPI) daerah, sehingga Pemda memiliki sense of responsibility terhadap potensi wakaf di wilayahnya.

Proyek Binaan Distingtif dengan Mewajibkan setiap BWI Provinsi memiliki proyek wakaf percontohan (pilot project) yang unik dan berdampak langsung pada publik sebagai bukti nyata kinerja lembaga kepada masyarakat.

Rakernas BWI 2026 ini akan berlangsung selama dua hari dengan membagi peserta ke dalam 6 komisi teknis antara lain, Penguatan Pembinaan Nazir, Penguatan Sosialisasi Literasi, serta Penguatan Tata Kelola Kelembagaan, Penguatan Pengelolaan Harta Benda Wakaf.

Termasuk Penguatan Hukum dan Pengamanan Harta Benda Wakaf, dan Sosialisasi Renstra dan RKA. Langkah ini diharapkan mampu merumuskan peta jalan wakaf yang lebih agresif, profesional, dan berdampak luas bagi kemandirian ekonomi umat.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Lindungi Aset Wakaf,...
Lindungi Aset Wakaf, Kemenag: 287.162 Bidang Tanah Umat Sudah Tersertifikasi
Gelar Rakernas, Kemenag...
Gelar Rakernas, Kemenag Paparkan Praktik Ekoteologi dari Hutan Wakaf hingga Green KUA
PP ISNU Dorong Optimalisasi...
PP ISNU Dorong Optimalisasi Wakaf dan Zakat untuk Beasiswa-Modal Usaha
Pemprov Sumbar Bersama...
Pemprov Sumbar Bersama Darunnajah Kerja Sama Pengelolaan Wakaf
Cinta Quran Foundation...
Cinta Quran Foundation Bangun RS Berbasis Wakaf Produktif
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Masjid Nusantara dan...
Masjid Nusantara dan Cinta Quran Foundation Dorong Gerakan Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna
Rekomendasi
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
90 Menit yang Bisa Mengubah...
90 Menit yang Bisa Mengubah Takdir Lamine Yamal Jadi Legenda
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved